NTB Jajaki Peluang Kirim Mahasiswa ke ZJSU Tiongkok

NTB Jajaki Peluang Kirim Mahasiswa ke ZJSU Tiongkok
KUNJUNGAN : Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah didampingi Rektor Unram Prof H Lalu Husni dan Rektor UIN Mataram Prof H Mutawali saat berkunjung ke Zhejiang Gongshang University (ZJSU) di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang.( IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah mulai membidik Tiongkok sebagai sasaran untuk pengiriman program beasiswa. Gubernur Doktor Zul tertarik menjalin kerja sama program beasiswa dengan Zhejiang Gongshang University (ZJSU) di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang. Kampus bisnis tertua dalam sejarah Tiongkok modern ini, menempati peringkat pertama untuk jurusan ekonomi dan keuangan di Zhejiang, dan ke-7 di Tiongkok.

“Saya ingin mengirim mahasiswa NTB ke Zhejiang University untuk tidak hanya belajar bisnis, khususnya e-commerce yang bakal terus bersinar di masa depan,” kata Gubernur Zul dalam pidato pembukaannya di depan Rektor Universitas Zhejiang Gongshang, Prof. Chen Shoucan dan jajarannya, di Gedung Administratif Xiasha Hangzhou, pada Kamis (24/10) lalu. Lawatan ke Zhejiang Gongshang University tersebut juga melibatkan Rektor Unram Prof H Lalu Husni dan Rektor UIN Mataram Prof H Mutawali.

Pembangunan Hangzhou menjadi kota bisnis sekaligus destinasi wisata, menarik minat Gubernur Zul untuk menjajaki kerja sama dengan kampus Zhejiang, terutama untuk tujuan program beasiswa pendidikan 1000 sarjana NTB di luar negeri. 

“Saya sangat suka kota Hangzhou yang dengan segala kecepatan pembangunannya, tapi tetap cantik, sejuk dan mempertahankan segala tradisi juga seni budayanya,” ujar Gubernur Zul.

Menurut Gubernur Zul, jika NTB bisa mengirimkan banyak mahasiswa ke ZJSU, maka selain belajar di kampus, mereka juga bisa menyerap ilmu para birokrat dan teknokrat di provinsi Zhejiang dalam membangun sebuah kota yang maju dan modern, tanpa meninggalkan jati diri dan kearifan lokal daerahnya. 

Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof H Lalu Husni dan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Prof H Mutawali menyatakan sangat tertarik untuk membangun kerja sama dengan Zhejiang University. Sejumlah jurusan seperti pariwisata, perencanaan kota dan pedesaan, teknologi pangan dan bioteknologi menjadi daya tarik bagi dua pimpinan kampus negeri di NTB itu.

“Kami punya jurusan pariwisata dan yang terbaru Arsitektur, yang kami yakini bisa diperdalam lagi di ZJSU ini,” ujar Prof Lalu Husni.

Hal senada juga disampaikan Rektor UIN Mataram Prof H Mutawali menyatakan tertarik dengan keunggulan ZJSU di bidang ekonomi dan bisnis. Terlebih lagi  UIN Mataram memiliki jurusan yang sangat relevan dengan jurusan utama kampus yang berdiri sejak 1911 itu.

“UIN Mataram punya jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam. Dengan perkembangan dan kelebihan ZJSU di bidang ekonomi bisnis, maka saya sangat berminat untuk mengirimkan pelajar atau dosen untuk mendalami ilmu di bidang ekonomi bisnis itu,” katanya.

Sementara itu, Rektor ZJSU Prof Chen Shoucan menyambut baik kedatangan rombongan Gubernur NTB yang merupakan sebuah kebanggaan. Apalagi ada ratusan mahasiswa Indonesia yang belajar beragam jurusan di ZJSU.

“Sampai saat ini, tercatat lebih dari 100 mahasiswa Indonesia yang kuliah di sini, mengambil gelar S1 dan S2 berbagai jurusan,” sebut Prof Chen.

Dalam pertemuan itu, turut hadir 11 orang perwakilan mahasiswa S1 dan S2 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah Agnes, mahasiswi S2 jurusan bisnis yang berasal dari Surabaya Jawa Timur.

“Di sini masih bisa dibilang terjangkau, bahkan ada beberapa yang lebih murah dibandingkan di Surabaya. Misalnya soal transportasi dan makanan. Dengan bujet Rp Rp 2,5  juta hingga Rp 3 juta per bulan, sudah bisa tenang untuk konsentrasi belajar,” tutur Agnes.

Lain lagi kisah Hency, mahasiswi S2 ekonomi bisnis asal Pekalongan Jawa Tengah. Bagi dia yang tidak bisa berbahasa Mandarin tidak jadi persoalan, karena jurusan yang diambilnya diselenggarakan dalam bahasa Inggris.

“Saya sebelum masuk ZJSU tidak bisa berbahasa Mandarin, sementara banyak orang bilang harus bisa bahasa Mandarin kalau mau kuliah di Tiongkok. Ternyata jurusan saya karena termasuk program internasional, jadi pengantarnya dengan bahasa Inggris,” terangnya.

Sementara itu, Lucinda mahasiswi jurusan e-commerce bussiness asal Jakarta menuturkan bahwa kelebihan kampus ZJSU adalah bisa menjamin mahasiswanya belajar di tataran teori dan praktik sekaligus.

“Saya bisa bilang bahwa ZJSU cukup sigap dalam menjalin kolaborasi dengan kalangan korporasi di sini, apalagi ketika bisnis e-commerce sekarang menjamur di Hangzhou berkat Alibaba dan banyak perusahaan rintisan (startup) lainnya di provinsi Zhejiang ini,” katanya. (sal)