NTB Diyakini Jadi Pusat Ekonomi Syariah

SEMINAR: Seminar Nasional dengan tema Optimalisasi Peran Lembaga Keuangan Syariah dan Wisata Halal di Pulau seribu Masjid, yang diselenggarakan di Kampus IAIN Mataram (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Praktisi sekaligus tokoh ekonomi syariah, Prof. Antonio Syafi'i menekankan kepada umat Islam untuk menguasai sektor ekonomi, dengan beralih kepada ekonomi syariah, dan meninggalkan ekonomi kapitalisme.

“Sesungguhnya dengan kita beralih kepada ekonomi syariah, memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk menguasai sektor ekonomi maupun keuangan di tanah air," katanya ketika menjadi pembicara seminar nasional Optimalisasi Peran Lembaga Keuangan Syariah dan Wisata Halal di Pulau Seribu Masjid, yang diselenggarakan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEN) Komisariat Kampus IAIN Mataram, Kamis kemarin (24/11).

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin, dan pembicara lainnya, Direktur Asosiasi Perbankan Syariah, Beni Wicaksono, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, HL Moh. Faozal, dan Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Mataram, Dr. Musanwar, M. Ag.

Antonio Syafi'i mengatakan, potensi ekonomi umat Islam di berbagai sektor sangat besar. Namun persoalannya, sektor ekonomi lebih menekankan kepada sistem ekonomi kapitalisme dan penguasaan asing. Akibatnya, potensi ekonomi umat Islam ada yang belum tergarap dengan sangat serius dan memadai. Tak terkecuali di bidang perbankan, pariwisata dan lainnya.

Lebih memprihatinkan lagi, acap kali stigma negatif dilekatkan kepada umat Islam, seperti kemiskinan, keterbelakangan dan lainnya. Sebab itu, Provinsi NTB dengan mayoritas penduduk hampir 97 persen muslim, harus bisa menjadi pelopor tumbuhnya ekonomi berbasis syariah sesuai ajaran Islam. “Dengan umat Islam kuat secara ekonomi. Maka kita tidak akan dipandang sebelah mata oleh umat maupun negara lainnya," ucapnya.

Selain itu, dengan dicanangkannya wisata halal oleh Pemprov NTB, maka semakin mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah. Karena bagaimanapun, sektor pariwisata adalah salah satu sektor yang paling banyak memberikan pendapatan bagi daerah, maupun devisa bagi negara. “ Sudah semestinya para pelaku perbankan syariah dan wisata halal di NTB untuk saling bersinergi. Yang pada akhirnya, diharapkan bisa mengangkat ekonomi umat," urainya.

Sementara Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin, menyampaikan Pemprov NTB sangat serius dan berkomitmen menjadikan NTB sebagai pusat ekonomi syariah. Hal itu ditandai dengan keputusan PT Bank NTB yang akan beralih pada tahun 2018 dari Bank konvensional menjadi Bank Syariah.

Pemprov NTB pun sudah mencanangkan wisata syariah. Pulau Lombok juga sudah dinobatkan sebagai destinasi wisata halal terbaik di NTB. “Kita sangat yakin kedepan NTB menjadi kiblat ekonomi syariah di Indonesia," tandas Ketua DPD Partai Nasdem NTB itu.

Ditambahkan, pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan di NTB. Sektor pariwisata memberikan multy player effect yang sangat besar terhadap berbagai sektor lainnya. Dengan wisata halal atau syariah, makin berimbas dan berdampak terhadap penguatan ekonomi syariah atau penguatan ekonomi umat Islam. “Siapa lagi akan mendorong dan menumbuhkan kembangkan ekonomi berbasis syariah, kalau bukan umat Islam itu sendiri" lugasnya.

Sedangkan Dekan FSEI IAIN Mataram, Dr. Musanwar, M. Ag, mengatakan pihaknya pun sudah merespon NTB menjadi pusat ekonomi syariah kedepan, dengan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kapabel, berkompeten, berkualitas dan mumpuni. Dimana FSEI IAIN Mataram sudah memiliki program studi perbankan syariah dan program studi wisata halal. “Kita harapkan, mereka ini kelak menjadi pelaku ekonomi syariah di daerah masing-masing,” pungkasnya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid