NTB Dijatah 2,5 Juta Vaksin

VAKSINASI : Masyarakat diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan sampai vaksin diberikan. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Bulan November mendatang  vaksin Covid-19 akan mulai disalurkan. Untuk Provinsi NTB, total keseluruhan jatah vaksin sekitar 2,5 juta dari jumlah penduduk yang mencapai 5 juta. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi menyampaikan, distribusi vaksin akan dilakukan secara bertahap. Namun tidak semua penduduk bisa mendapatkan vaksin gratis dari pemerintah itu. “Kuota vaksin untuk NTB sekitar 2,5 juta. Itu setengah penduduk kita lah,” ungkapnya kepada Radar Lombok, Kamis (22/10).

Jatah vaksin Covid-19 yang hanya 2,5 juta, dihitung berdasarkan jumlah penduduk usia 18 tahun hingga 59 tahun. Artinya, vaksin yang akan diberikan tidak kepada seluruh penduduk NTB yang jumlahnya sekitar 5 juta. 

Distribusi vaksin ke NTB, belum diketahui pastinya mulai kapan. Namun direncanakan mulai November. Itu pun jumlahnya tidak langsung 2,5 juta vaksin. “Vaksin yang datang nantinya tidak langsung banyak,” terang Eka. 

Menurut Eka, pemberian vaksin akan dilakukan 5 tahap. Untuk tahap pertama, telah didata bagi tenaga kesehatan (Nakes) dan aparat. “Jumlah Nakes saja yang sudah terdata itu sekitar 17 ribu orang. Semuanya akan diberikan vaksin pada tahap pertama, ditambah polisi, TNI, Pol PP,” ujarnya. 

Untuk jumlah polisi, TNI dan Pol PP, Eka belum mengetahui datanya. Mengingat, saat ini masih dalam proses. “Kalau Nakes sudah sejak bulan lalu dikirim datanya. Kalau yang lain belum, sedang didata. Kita juga sudah minta kab/kota mendata, karena baru kemarin suratnya datang,” kata Eka. 

Setelah tahap pertama selesai, masyarakat biasa belum bisa mendapatkan vaksin. Mengingat, tahap kedua distribusi vaksin akan diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelayan publik lainnya. “Pejabat seperti kepala dinas, itu nanti tahap kedua,” terangnya. 

Oleh karena itu, Eka mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan sembari menunggu vaksin Covid-19. Para pejabat juga harus bisa menjaga diri dari ancaman Covid-19. 

Eka mengingatkan para pejabat untuk tidak bersalaman dengan orang lain. Kemudian menjaga jarak dan selalu terapkan protokol kesehatan. “Resiko pejabat publik bertemu orang banyak, makanya gak usah salaman, jaga jarak. Tidak apa-apa dibilang sombong sedikit,” ucapnya. 

Para pejabat harus belajar dari kasus di Kabupaten Dompu. Saat ini, Bupati, Wakil Bupati dan Kepala Dinas Sosial setempat masih diisolasi karena positif Covid-19. “Mereka terjangkit Covid-19 karena aktivitasnya yang cukup padat dan bertemu banyak orang,” kata Eka. 

Upaya tracing terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun untuk Kepala Dinas Sosial Dompu, diyakini tidak terjangkit dari Bupati. “Kadis sosial kayaknya beda jalur, bukan terjangkit Bupati. Makanya jajaran di Dinsos Dompu ditracing semua,” ucapnya. 

Begitu pula dengan Pendopo I dan II serta semua orang yang pernah kontak dengan Bupati atau Wabup. Semuanya harus diswab. “Jumlah tracing itu ratusan orang, dan terus berlanjut. Makanya saya minta semua pejabat diswab. Yang sudah diswab salah satunya Sekda Dompu, alhamdulillah hasilnya negatif. Tapi yang lain belum, masih berproses, hanya beberapa saja pejabat yang sudah diswab,” ungkapnya.

Meski para pejabat tinggi sudah dinyatakan positif Covid-19, Eka tidak merekomendasikan untuk menutup perkantoran dan tempat pelayanan publik. Mengingat, semua sudah ditracing dan melakukan karantina. Eka tidak ingin, masyarakat menjadi korban jika pelayanan dan perkantoran ditutup. “Kasihan masyarakat kalau kantor ditutup, tapi yang ngantor memang sudah tidak banyak. Jangan sampai masyarakat tidak bisa dilayani,” ucapnya. 

Terkait dengan roda pemerintahan di kabupaten Dompu, Radar Lombok menghubungi Kepala Biro Pemerintahan Provinsi NTB Abdul Wahid. “Sesuai pasal 65 ayat 5 UU Nomor 23, bila bupati dan wakil berhalangan secara bersamaan, maka Sekda otomatis sebagai Plh (pelaksana harian, red),” terang Wahid. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaTerbukti Korupsi, Eks Kades Saba Divonis Penjara
Berita berikutnyaKasus TPPU, Pasutri Jadi Tersangka