NTB Dapat Jatah Cetak Sawah Baru 1500 Hektar

Husnul Fauzi (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Program perluasan cetak sawah baru dari Kementerian Pertanian RI untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat terus ditambah. Hal tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah memperluas areal tanam padi, sehingga produktivitas padi semakin besar. Terlebih lagi, Provinsi NTB merupakan salah satu daerah menjadi lumbung pangan nasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB, Husnul Fauzi menyebut, pada tahun 2017 ini Kementerian Pertanian RI kembali mempercayakan program penambahan cetak sawah baru yang tersebar di tiga kabupaten di provinsi NTB. “Tahun 2017 ini untuk termin I Provinsi NTB mendapatkan jatah target cetak sawah baru sebanyak 1.500 hektar,” kata Husnul Fauzi, Selasa kemarin (25/7).

Sebanyak 1500 hektar lahan cetak sawah baru tersebut tersebar di 3 kabupaten, diantaranya Kabupaten Sumbawa seluas 1.250 hektar, Kabupaten Bima seluas 150 hektar dan Kabupaten Lombok Timur seluas 100 hektar. Untuk termin sudah pertengahan bulan Juli sudah akan dimulai dengan target realisasi 30 persen.

Dikatakannya, pelaksanaan cetak sawah baru di Provinsi NTB ditangani langsung oleh TNI, dimana untuk NTB yang bertanggungjawab langsung Danrem dengan melibatkan Danramil dan Koramil di wilayah/kabupaten yang menjadi lokasi program cetak sawah baru. “Untuk program cetak sawah ini, kami kontraknya dengan Danrem yang kemudian pada pada pelaksanaanya melibatkan jajaran TNI AD,” kata Husnul.

Husnul mengatakan, program cetak sawah baru sebagai salah satu langkah pemerintah untuk memperluas areal pertanian, ditengah upaya untuk terus meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Terlebih seiring dengan penambahan penduduk yang terus meningkat yang tentunya berdampak terhadap meningkatkan kebutuhan akan pangan, khususnya beras.

Belum lagi, semakin banyaknya alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan, perkantoran di lahan-lahan produktif di daerah perkotaan. Oleh karena itu, program cetak sawah baru, sebagai salah satu solusi untuk mempertahankan produktivitas tanaman pangan dan bahkan semakin memperbanyak lahan pertanian.

Dari catatan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB bahwa pada tahun 2015 lalu, luas areal sawah di Provinsi NTB mencapai 256 ribu hektar. Kemudian di akhir tahun 2016 bertambah menjadi 268 ribu hektar seiring dengan adanya program cetak sawah baru yang mencapai 11.500 hektar. Dengan demikian di akhir tahun 2016 luas areal sawah di Provinsi NTB mencapai 268 ribu hektar.

Husnul mengatakan, dengan adanya penambahan cetak sawah baru, yang tentunya berdampak terhadap luas areal tanam pangan khususnya padi maka tentu saja akan semakin memperkuat produksi padi di Provinsi NTB. Dengan demikian sebutan NTB sebagai salah satu lumbung pangan nasional, akan terus terwujud dengan semakin meningkatkanya produktivitas tanaman padi.

Jika lahan sawah produktif bisa menanam padi 2 sampai 3 kali dalam setahun, maka lahan dari hasil cetak sawah baru ini juga bisa dilakukan penanaman padi 2 kali dalam setahun.

“Untuk lokasi cetak sawah baru ini syaratnya harus ada sumber air. Dengan demikian, di lahan cetak sawah baru itu tidak lahan kering lagi, tapi ada irigasi teknis, sehingga bisa tanam 2 kali dalam setahun,” pungkasnya. (luk)