NTB Butuh 30 Ribu Kamar Hotel untuk Gelaran Formula 1

MATARAM – Sebanyak 30 ribu kamar hotel dibutuhkan jika NTB ingin menyelenggarakan event Formula 1 (F1) pada tahun 2024 di Sirkuit Mandalika Lombok. Pasalnya, ketersediaan kamar hotel di NTB masih kurang saat ini. Bahkan untuk perhelatan MotoGP masih mengalami kekurangan.

Ketua Senggigi Hotels Asociation (SHA) I Ketut Murta Jaya Kusuma mengatakan, dengan investasi pembangunan kamar hotel dibutuhkan NTB pada tahun 2024 jika ingin menjadi tuan rumah Formula 1. Karena kebutuhan kamar hotel untuk bisa menggelar event Formula 1 dibutuhkan puluhan ribu kamar. Sementara dari jumlah 14 ribu kamar saat ini yang ada di NTB, setidaknya harus menambah 16 ribu kamar hotel jika ingin menjadi tuan rumah event balap paling bergengsi tersebut.

“Idealnya harus ada 30 ribu kamar hotel yang tersedia untuk kru dan penonton MotoGP. Apalagi untuk menyelenggarakan Formula 1, karena eventnya lebih besar dari MotoGP,”kata I Ketut Murta Jaya Kusuma.

Menurutnya, untuk bisa menarik banyak investasi masuk pada sektor property, terutama hotel, pemerintah tak perlu mengintervensi harga kamar yang naik 100 persen saat event besar, seperti MotoGP. Dengan adanya batasan tersebut, justru para investor ragu untuk berinvestasi, terlebih membangun hotel di NTB. Mengingat, jelang MotoGP ini saja beberapa hotel sudah menaikkan harga kamar. Kondisi tersebut memang hal biasa terjadi, namun kenaikan sendiri tidak tinggi.

BACA JUGA :  Dewan Heran Anggaran Rumah Tangga Gubernur dan Wagub Capai Rp 10 Miliar

“Harga naik saat event besar itu biasa. Dari sana investor melihat ada peluang untuk membangun hotel di NTB ini,” jelasnya.

Apalagi NTB membutuhkan kamar hotel lebih banyak jika ingin menyelenggarakan Formula 1. Pada event-event besar tentunya akan banyak orang berdatangan untuk menyaksikan, terlebih adanya sirkuit Mandalika yang memang dihajatkan bisa menarik event-event internasional.

“Ini memang harus disiapkan kamar hotel, karena tamu-tamu yang datang lebih banyak. Terutama mereka yang penyuka motor balap,” ujarnya.

Untuk diketahui, Sirkuit Mandalika Lombok diajukan sebagai tuan rumah balap Formula 1 oleh pemerintah pada tahun 2024. Proses pengajuan ke pihak Formula 1 telah dilakukan. Bahkan pejabat Pemprov NTB sudah melakukan lawatan ke
Abu Dhabi untuk melobi pihak Formula 1. Apalagi, peminat Formula 1 yang rata-rata pasar high class membutuhkan servis atau pelayanan yang berbeda dari event balap lainnya, sehingga dibutuhkan lebih banyak hotel berbintang di
NTB.

BACA JUGA :  Bripka Nasir Tembak Mati Briptu Haerul Diduga karena Cemburu

Dijelaskan, jika berkaca dari Sepang, Malaysia yang sudah menjadi tuan rumah MotoGP dan Formuka 1, untuk harga hotel selalu naik 100 persen menjelang event dan hal tersebut merupakan mekanisme pasar yang biasa. Sehingga tidak menjadi persoalan, pasalnya kenaikan hanya akan terjadi pada event- event itu saja sedangkan pada hari-hari biasa harga kembali normal.

“Pengalaman saya di Sepang, jika event F1 harga kamar hotel selalu naik. Memang sudah mekanisme pasar seperti itu dan di sana tidak ada pembatasan harga,” jelasnya. (dev)