NTB Bidik Jadi Tuan Rumah PON 2028

SAMBUT ATLET: Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah menyambut bangga kepulangan para atlet PON NTB dari Papua, yang berhasil membawa pulang 15 medali emas, 11 medali perak dan 12 medali perunggu, sehingga NTB masuk urutan ke Sembilan secara Nasional. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM — Tidak hanya daerah lain yang memiliki keinginan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON). Namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB juga memiliki keinginan yang sama.

Keinginan tersebut disampaikan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, selepas menyambut kepulangan para kontingen atlet NTB dari ajang PON ke XX di Papua. “Tapi memang kita ditawarkan Pak Menpora untuk ikut bidding (tuan rumah PON) pada tahun 2028. Karena 2024 sudah ada tuan rumah PON, Provinsi Aceh bersama Provinsi Sumatra Utara,” ungkapnya di Mataram, kemarin.

Dengan adanya tawaran tersebut, lanjut gubernur, pihaknya harus menunjukkan kesiapan seraya melakukan komunikasi lebih intensif dengan Provinsi Bali dan Provinsi NTT. “Mudah-mudahan tiga daerah ini bisa bersama-sama menjadi tuan rumah PON 2028,” harapnya.
Karena itu, pihaknya akan berupaya agar bisa mengikuti bidding dengan daerah lainnya. Karena tidak hanya NTB yang berkeinginan menjadi tuan rumah dalam gelaran empat tahunan tersebut. “Ya kita akan berjuang bersama Bali dan NTT nanti,” tegasnya.

BACA JUGA :  Tiga Tahun Sukiman-Rumaksi, Fokus Benahi Infrastruktur,Kesehatan dan Pendidikan

Senada, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, HL. Gita Ariadi, menyatakan bahwa NTB memiliki keinginan untuk bisa menjadi tuan rumah PON pada tahun 2028 mendatang. “Ingat tahun 2028 kita berkeinginan menjadi tuan rumah. Sebagai tuan rumah, ke depan kita ingin sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses event. Karena itu dapat memberikan dampak bagi ekonomi daerah kita,” ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD NTB, H. Mori Hanafi yang juga selaku Ketua Kontigen Atlet NTB saat berlaga di PON Papua menyampaikan, dengan torehan prestasi yang diraih oleh atlet NTB, yang berhasil membawa pulang 15 medali emas, 11 medali perak dan 12 medali perunggu, maka itu menjadikan NTB masuk jadi urutan ke-9 besar secara nasional, atau masuk 10 besar.

Artinya, sambung Mori, hal ini tentu menjadi perhatian secara nasional. “Masuknya NTB di 10 besar PON, semakin menguatkan daerah-daerah lain yang menginginkan NTB bersama Bali dan NTT menjadi tuan rumah bersama untuk pelaksanaan PON 2028,” ujarnya.
Selama proses penyelenggaran PON di Papua, kata Mori, pihaknya menyaksikan langsung bagaimana pembangunan fasilitas yang dibangun disetiap venue. Salah satunya yang berada di daerah Mimika sebagai tempat berlangsungnya pertandingan Cabor Atletik, Bola Volly, Bola Basket, Panjat Tebing, Tarung Drajat dan juga Biliar.

BACA JUGA :  Usut Tuntas Temuan Invoice Fiktif Anggota DPRD NTB dan Program Beasiswa

Ia menyebutkan semua pembangunan di Mimika dilakukan oleh  PT. Freeport Indonesia, yang menghabiskan anggaran sampai Rp 400 miliar. “Jadi saya membayangkan kalau misalnya kita jadi tuan rumah (PON), maka kita akan mendapatkan keuntungan dari pembangunan venue-venue. Sehingga venue dapat kita manfaatkan untuk pembinaan olahraga di NTB secara berkesenambungan,” pungkas Mori dihadapan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. (sal)