NTB Bersiap Memasuki Kemarau

MATARAM–Curah hujan di wilayah NTB pada dasarian III Maret 2022 umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah (0 – 150 mm/das) kecuali di sebagian Sumbawa dan Bima yang berada kategori tinggi (151 – 300 mm/das).

Curah hujan tertinggi terjadi di wilayah Donggo, Kabupaten Bima dengan jumlah curah hujan sebesar 285 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian III Maret 2022 di wilayah NTB bervariasi dari Bawah Normal (N) hingga Atas Normal (AN).

Sifat Hujan Atas Normal (AN) terjadi di sebagian wilayah Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Kota Bima, Dompu dan Bima. Sementara itu Sifat Hujan Bawah Normal (BN) umumnya terjadi di wilayah Lombok Tengah dan Lombok Barat.

Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) NTB umumnya dalam kategori sangat pendek (1 – 5 hari) hingga masih ada hujan sampai updating yang terjadi hampir merata di seluruh wilayah NTB. HTH terpanjang terpantau terjadi di wilayah Narmada, Lombok Barat sepanjang 8 hari (kategori pendek).

Secara umum, hingga saat ini angin baratan masih mendominasi wilayah Indonesia. Wilayah NTB mulai didominasi angin timuran. Angin baratan diprediksi masih akan tetap aktif hingga April 2022 kemudian melemah pada bulan Mei – Juni 2022 dan angin timur diprakirakan mulai aktif.

Pada dasarian I April 2022, hujan dengan intensitas >20 mm/dasarian diprakirakan masih berpeluang terjadi hampir di seluruh wilayah NTB dengan peluang berkisar 30% – 80%. Peluang hujan dengan intensitas >50 mm/dasarian di sebagian besar wilayah NTB relatif kecil.

“Semakin berkurangnya curah hujan di NTB pertanda akan berakhirnya musim hujan di wilayah NTB. Kendati demikian, masyarakat perlu tetap mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, serta potensi longsor pada periode peralihan musim. Di periode perlaihan menuju musim kemarau ini, masyarakat dapat melakukan penampungan air guna mengantisipasi musim kemarau yang akan datang khususnya di wilayah-wilayah yang sering terjadi kekeringan,” tulis Forecaster on Duty  BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Nindya Kirana dan Cakra Mahasurya Atmojo Pamungkas dalam laporannya. (RL)