NTB Belum Maksimalkan Tekhnologi

Putra Wanda saat menerima sebuah penghargaan

MATARAM–Pemikiran segar datang dari anak muda NTB yang cukup ahli di bidang tekhnologi. Putra Wanda, pemuda kelahiran Penakak ini melihat pemerintah provinsi (Pemprov) NTB belum memaksimalkan peran Tekhnologi Informasi (TI).

Menurut Wanda, NTB sebagai salah satu daerah destinasi wisata yang dilirik dunia saat ini, harus mampu memanfaatkan kehebatan tekhnologi. Apalagi, setiap hari wisatawan nusantara maupun mancanegara terus berdatangan setiap hari.

NTB juga merupakan salah satu daerah penggerak ekonomi nasional. Semua itu sangat membutuhkan dukungan Teknologi Informasi untuk mempermudah akses informasi, transaksi dan laporan. “Saya lihat saat ini, implementasi teknologi informasi di NTB belumlah maksimal,” ucap Wanda yang saat ini berada di Harbin, Beijing Utara.

Pria kelahiran 4 Juli 1989 ini mencontohkan, website yang dikelola Pemprov maupun Pemerintah kabupaten dan kota masih dalam bentuk portal. Menurutnya, saat ini pemerintah daerah harus membentuk atau melakukan trigger dalam penerapan Sistem Informasi Terintegrasi (SIT).

SIT merupakan sebuah sistem berbasis web yang menghubungkan sistem informasi antar kabupaten, SKPD dan lembaga-lembaga Pemerintah Daerah. Dengan begitu, dipastikan memudahkan proses akses informasi, transaksi, laporan dan evaluasi di lembaga-lembaga pemerintah. “Walaupun saya di luar negeri, tetap kok saya pantau daerah saya. Tentu semua itu bisa karena manfaat tekhnologi informasi,” ujarnya.

[postingan number=3 tag=”teknologi”]

Penerapan sistem terintegrasi ini, lanjut Wanda, akan meningkatkan efisiensi waktu, sumberdaya dan dana. Apabila itu dilakukan, situs pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai portal melainkan lebih kepada sistem informasi elektronik. Manfaatnya, tentu saja mempermudah masyarakat dalam mengakses semua layanan yang disediakan oleh pemerintah daerah.

Wanda juga melihat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di NTB berjalan di tempat. Padahal, dengan kemajuan tekhnologi saat ini, sangat menguntungkan UMKM. “Peran pemerintah juga disini yang sangat penting untuk membina,” kata Wanda.

UMKM NTB sebenarnya memiliki prospektif cemerlang di masa depan. Dengan penduduk yang hampir 5 juta Jiwa, kesempatan NTB untuk menjadi lebih maju dengan penerapan TI sangat besar. Sebagai contoh, UMKM di NTB yaitu produsen pakaian, kerajinan, industri pengolahan makanan dan lainnya memiliki prospek pasar dalam negeri dan luar negeri yang besar. “Pertanyaan besarnya adalah, berapa persen yang sudah menggunakan IT untuk marketing dan proses transaksinya,” ujar Wanda.

Oleh karena itu, Wanda mengajak semua pihak agar bisa mensosialisasikan produk UMKM secara terus menerus. Ia yakin produk daerah NTB berkualitas dan layak dipasarkan melalui situs market place seperti Tokopedia dan Lazada untuk mendongkrak pasar nasional.

Wanda memimpikan banyak UMKM di NTB masuk ke marketplace. Apabila itu dilakukan, nantinya akan terbentuk sebuah emerging market, dimana penjual akan bertemu dengan banyak pembeli baik dengan berbagai pilihan.

Keuntungan lainnya, ketika banyak produk UMKM dari NTB sudah masuk ke market Place, maka nilai pasarnya akan menjadi sangat besar. Hal ini tentu berpengaruh juga pada keuntungan yang akan diperoleh oleh setiap industri rumahan. “Produksi, distribusi dan konsumsi akan bertambah. Ini menjadi pendorong utama tumbuhnya ekonomi digital di NTB,” pikirnya.

Sebagai putra NTB, Wanda tentu saja ingin melihat masyarakat NTB sejahtera. Peran pemerintah dalam membantu mewujudkan itu sangat vital. Namun, pemerintah juga harus lebih upgrade dalam memanfaatkan tekhnologi.

Wanda menyarankan agar Pemda membuat blueprint teknologi informasi di NTB. Mulai dari perencanaan teknologi informasi dan Sistem Informasi (SI) yang terpadu. Dengan membuat sebuah blueprint TI dan SI , maka perencanaan infrastruktur, pendanaan dan sumber daya yang digunakan akan bisa diukur secara lebih jelas. “Mohon maaf, saya hanya menyumbangkan pikiran dan ide saja kepada pemerintah,” ucapnya.

Pemerintah daerah juga, sudah saatnya memberikan sedikit perhatian kepada anak-anak muda di bidang tekhnologi. Salah satu caranya dengan membangun technopark sebagai wadah bertukar pengetahuan dan ilmu, bagi para penggiat Teknologi di daerah.

Pesan terakhir Wanda, pemerintah harus bisa memfasilitasi pelaku UMKM untuk emmasarkan produknya di market place. “Saat ini, siapa yang menguasai tekhnologi maka dialah yang maju. Ayo Pemda bantu produk-produk UMKM biar bisa masuk market place,” saran Wanda. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid