NSP Lirik Investasi Jembatan Lombok-Sumbawa

Fauzi (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)
Fauzi (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Mega proyek jembatan laut Lombok-Sumbawa rencananya akan ditunda, karena perubahan pola anggaran dari pemerintah. Kini ada angin segar, lantaran ada salah satu perusahaan dari Jakarta mulai melirik potensi investasi mega proyek tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H Lalu Gita Ariadi mengatakan perusahaan yang tertarik berinvestasi dalam program mega proyek jembatan laut Lombok – Sumbawa tersebut adalah PT Nabil Surya Persada (NSP). Perusahaan asal Jakarta  tersebut tertarik menggarap beberapa potensi investasi di NTB, seperti pengembangan smart city beserta infrastruktur pendukung dan investasi untuk feasibility study (FS) jembatan Lombok – Sumbawa.

“Investor ini menjajaki peluang-peluang. Mereka ini punya kompetensi yang kita jelaskan, Lombok-Sumbawa memungkinkan apa tidak direalisasikan,” ujar H Lalu Gita Ariadi, Rabu (9/9).

Investasi jembatan penyeberangan laut Lombok – Sumbawa ini memiliki potensi cukup menggiurkan. Terutama didukung dengan pengembangan kawasan industri tambang di dareah Maluk, Sumbawa Barat, kedepan membutuhkan akses cepat untuk distribusi barang dan lain-lain. Pihaknya juga akan menggelar pertemuan lanjutan sama-sama melihat perspektif, baik dari investor maupun pemerintah.

“Ya ini kan masih dikaji dulu, bagaimana FS sampai business plan yang menyertai itu,” ujarnya.

Terpisah, Direktur PT NSP Fauzi, mengatakan pihaknya tertarik mengembangkan smart city yang terintegrasi dengan pariwisata di NTB, karena melihat potensi yang ada pada investasi tersebut. Terlebih untuk mendorong akses yang lebih cepat dengan realisasi pembangunan jembatan Lombok-Sumbawa.

“Kita sudah bicarakan untuk mendukung penunjang jembatan Lombok-Sumbawa dan pembangunan convention center. Jadi tinggal memutuskan kesepahaman PT Nabil dengan Pemprov NTB,” terangnya. 

Dijelaskan, pihaknya akan berperan sebagai eksekutor dari pembangunan smart city dan jembatan tersebut. Khusus untuk pembangunan jembatan, pihaknya akan menyiapkan anggaran untuk pembiayaan FS yang dibutuhkan.

“Yang tertarik mungkin untuk menunjang supaya lebih meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di Lombok maupun di Sumbawa,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda NTB H Amry Rakhman, menerangkan ada lima poin akan ditawarkan kepada PT NSP. Diantaranya, pengembangan digital ekosistem pariwisata, investasi pembangkit tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga terbarukan, pemasangan lampu hias di beberapa titik strategis provinsi dan kabupaten/kota, investasi convention hall, serta investasi untuk pengerjaan jembatan Lombok – Sumbawa.

“Kita pernah lakukan pra-FS untuk proyek itu sebelumnya. Sekarang setelah kita beri infomrasi bahwa kita FS jembatan itu, mereka tertarik dan menyatakan kesiapannya untuk menjadi funding di dalam FS ini,” jelasnya.

Nantinya, hasil dari FS tersebut akan menjadi penentu realisasi jembatan penghubung antara Lombok-Sumbawa.  Saat ini pihaknya tengah meminta PT. NSP melengkapi dokumen-dokumen dan proposal dibutuhkan. Adanya investasi untuk pembangunan jembatan tersebut, tidak menutup kemungkinan penerapan penyeberangan bisa berbayar saat operasionalnya.

“Tapi kalau jembatan ini harus publik, kita akan bawa ke Jakarta lalu di Kementerian. Apakah dia jadi publik atau campuran, nanti di pembicaraan berikutnya,” jelasnya. (dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaCoba-coba Perkosa Janda, Duda Dipenjara
Berita berikutnyaNajmul Ajukan Cuti, Sarif Jabat PLT Bupati 71 Hari