November, Festival Pesona Gili Indah Digelar

MATARAM—Festival Pesona Gili Indah 2016 yang merupakan program kepariwisataan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU), bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, akan digelar 5 – 6 November mendatang.

Kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Gili Begawe, kemudian berevolusi menjadi Festival Pesona Gili Indah, tahun ini mengangkat tema The Fiesta of Joy. “Berbagai kegiatan akan ditampilkan, tentunya dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Termasuk diantaranya para wisatawan yang sedang berlibur di Tiga Gili, juga akan diikutsertakan,” kata Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, Selasa (18/10).

Menurut Kepala Disbudpar NTB, ada dua lokasi yang akan menjadi titik keramaian kegiatan, yaitu di Gili Trawangan dan Gili Meno. “Ada tiga hal yang akan menjadi keterlibatan dan dukungan Disbudpar NTB tahun ini, yaitu terkait manajemen even, branding even, dan atraksi yang akan ditampilkan,” ujar Faozal. 

Untuk menajemen even jelas Faozal, pihaknya memastikan ada perubahan branding even pada penyelenggaraan tahun ini. Dimana kalau tahun-tahun sebelumnya menggunakan nama Gili Begawe, maka tahun ini dan seterusnya branding yang digunakan adalah Festival Pesona Gili Indah.

Sementara terkait branding even, hal yang dilakukan Disbudpar NYB yakni dengan cara mempublish kegiatan melalui berbagai media cetak maupun online, baik itu media lokal bahkan nasional. Selain itu, pihaknya juga mendorong Festival Pesona Gili Indah ini menjadi even internasional, baik dari sisi peserta atraksi maupun tamu (wisatawan) yang berkunjung.

“Untuk itu, kami juga akan memasang baliho di bandara-bandara internasional seperti di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan juga Bandara Internasional Soekarno Hatta,” beber Faozal seraya menyampaikan akan menggandeng pihak-pihak untuk terlibat dalam kegiatan ini, seperti APGT (Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan), Boatman (Kapten Boat/Perahu), PHRI NTB, dan ASITA NTB. Termasuk KONI NTB, karena salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu lomba lari marathon 10K keliling Gili Trawangan.

Sedangkan untuk atraksi kegiatan, selain menyelenggarakan lomba lari marathon 10K, Disbudpar NTB juga akan digelar Mural Fiesta, Sail Pass, Gili Art Mosphere, Traditional Performance, Music Reggae, Transplantasi Terumbu Karang, Pelepasan Tukik (Anak Penyu), Bersih Pantai, dan Pesta Kembang Api. “Semua kegiatan ini akan berlangsung di Gili Trawangan,” papar Faozal.

Sedangkan untuk kegiatan yang berlangsung di Gili Meno, akan di handle oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU), dalam hal ini Dinas Pariwisata KLU dan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga KLU. “Untuk memeriahkan juga akan diputar film dokumenter, diskusi pariwisata, dan kampanye lingkungan, sekaligus diikuti penanaman 1000 bibit pohon bunga flamboyan,” urai Faozal.

Sementara Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dikbudpora KLU, Rianom, pada kesempatan itu menyampaikan bahwa untuk kegiatan di Gili Meno, pihaknya telah menyiapkan atraksi wisata berupa tradisi “Menyia” (membuat garam). “Tradisi Menyia ini sekaligus untuk mengingatkan masyarakat Desa Gili Indah, bahwa di Gili Meno pada jaman dahulu pernah menjadi lokasi warga setempat membuat garam, tepatnya di pinggiran Danau Gili Meno yang berair asin. Garam-garam itu kemudian dipasarkan di Pasar Pemenang, Pasar Tanjung, dan Pasar-Pasar lainnya di Lombok Utara,” terangnya.

Sedangkan Hafid, mewakili Dinas Pariwisata KLU, tidak berpanjang kalam. Pada intinya Dinas Pariwisata KLU siap menjadi tuan rumah yang baik, dan akan berkoordinasi secara intens dengan Disbudpar NTB, guna menyukseskan kegiatan kepariwisataan yang disadari akan dapat mendongkrak kemajuan pariwisata KLU. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid