Normalisasi GOR Sakra Tanggung Jawab Kontraktor

Normalisasi GOR Sakra Tanggung Jawab Kontraktor
MEDIASI: Normalisasi Lapangan GOR Sakra, Disperindag melakukan mediasi antara warga Sakra dengan pihak PT Varindo, Jumat (12/5). Sayangnya pihak dari perusahaan tidak ada yang hadir. (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Protes warga Sakra yang tergabung dalam Masyarakat Kecamatan Sakra Bersatu (MKSB) terkait tuntutan agar segera dilakukan normalisasi Lapangan GOR Sakra, hingga kini masih belum selesai.

Kelanjutan dari protes ini, kedua pihak, baik dari warga maupun perusahaan, yaitu PT Varindo, telah dilakukan mediasi, Jumat kemarin (12/5) di Dinas Perindustran dan Perdagangan (Disperindag). Hanya saja, pihak PT Varindo berhalangan hadir. Mediasi difasilitasi langsung oleh Dinas Perindag Lotim, Kasat Pol PP dan sejumlah unsur terkait lainya.

Sebelumnya, warga setempat sempat melakukan aksi demo, lantaran tidak terima Lapangan GOR usai dijadikan pasar sementara tidak dilakukan normalisasi. Dimana setelah para pedagang dipidahkan ke pasar baru, ternyata lapangan tersebut dibiarkan terbengkalai begitu saja, tanpa ada upaya perbaikan seperti sedia kala. Inilah yang kemudian tidak diterima oleh warga setempat.

“Kami tahunya Pemkab Lotim yang melakukan pembangunan Pasar Sakra. Bukan hanya rekanan yang disalahkan. Jangan hanya bisa saling menyalahkan,” kesal Lalu Junaidi, Ketua MKSB, saat mediasi yang berlangsung di Aula Disperindag tersebut.

Pihaknya menuntut sejumlah fasilitas olahraga yang ada sebelumnya, supaya segera dilakukan perbaikan oleh pemerintah dan pihak kontraktor. Selama ini pihak Pemkab dan kontraktor hanya berjanji saja untuk melakukan normaliasi lapangan itu. Tapi janjinya tak kunjung direalisasikan. “Apabila masalah ini tidak kunjung diselesaikan. Maka kami akan turun dengan jumlah massa yang lebih banyak,” ancamnya.

Sementara tokoh pemuda Sakra, Abdul Halik mengatakan, ketika beberapa kali dilakukan pertemuan sebelumnya. Mereka telah berulang kali menyampaikan, agar setelah pembangunan pasar selesai dilakukan, lapangan tersebut agar kondisinya dikembalikan seperti sedia kala. Jika itu tidak dilakukan, mereka pun akan melakukan unjuk rasa.

“Karena lapangan takraw yang ada di GOR itu dibangun dari APBD. Sehingga kami minta supaya segera dilakukan normaliasi.Sehingga uang yang telah digunakan itu tidak sia-sia,” desaknya.

Menanggapi keluhan warga itu, Kadis Perindag Lotim, Teguh Sutrisman mengaku, saat sosialiasi sebelum Pasar Sakra ini dibangun. Memang telah ada kesepakatan, setelah pembangunan pasar baru selesai, dan pedagang dipindahkan. Maka pihak kontraktor katanya bersedia dan menyanggupi untuk melakukan normaliasi kembali lapangan tersebut.

Dalam hal ini, Dinas Perindag tugasnya hanya sebatas melakukan pengawasan pembangunan pasar saja. Sementara soal normalisasi menjadi tanggung jawab pihak kontraktor . “Sebelumnya pihak kontraktor bersedia menyiapkan dana sebesar Rp 10 juta  yang akan diberikan ke Kades untuk biaya normalisasi. Namun itu ditolak, karena menjadi tanggung jawab pemborong,” sebut dia.

Sayangnya, dalam mediasi ini pihak Varindo tidak bisa hadir. Teguh mengaku, sebelumnya mereka telah mengundang pihak kontraktor untuk hadir di mediasi  tersebut. Tapi dari pengakuan pihak kontraktor, normaliasi ini akan mulai dilakukan  pada tangal 18 Mei mendatang. “Normalisasi Lapangan GOR ini jadi tanggung jawab kita semua,” tutupnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid