Normal Suzana dan Dwi Sugiyanto Ambil Formulir di PPP Loteng

Muhammad Akri
Muhammad Akri.( AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Tokoh-tokoh birokrat asal Lombok Tengah (Loteng) yang sukses berkarir di provinsi bahkan pusat turun gunung mengikuti Pilkada Loteng 2020.

Jika sebelumnya hanya terdengar nama Staf Ahli Gubernur NTB Lalu Syafi’i dan Kepala Dinas Koperasi UMKM NTB Lalu Saswadi, kini muncul lagi dua nama baru. Yakni Norman Suzana, mantan Bupati Loteng yang berkarir di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik NTB serta Dwi Sugiyanto mantan Kepala Dinas PUPR NTB yang belakangan ini menjabat sebagai Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku serta Kepala Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo di Kementerian PUPR RI. “Baru dua figur itu sudah ambil formulir (balon bupati),”  kata Sekretaris DPC PPP Loteng Mariadi, Senin (7/10) kemarin.

Pihaknya optimistis raihan enam kursi PPP di DPRD Loteng, akan menjadikan PPP sebagai magnet yang diincar para balon kada. Mengingat syarat partai atau gabungan partai bisa mengusung pasangan calon kada di DPRD Loteng yakni minimal punya 10 kursi di DPRD setempat.

Ia mengaku sejumlah figur sudah mengonfirmasi mengambil formulir dan mendaftar. “Ini hanya soal timing saja,” ungkap Anggota DPRD Loteng ini.

Sekretaris DPW PPP NTB Muhammad Akri mengatakan, DPC yang  menggelar pilkada dipastikan sudah membentuk desk pilkada. Salah satu tugasnya yakni membuka penjaringan. Namun sejauh ini baru DPC PPP Loteng yang membuka penjaringan. DPC PPP Lombok Utara, Kota Mataram, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, dan Dompu kabarnya masih finalisasi persiapan. “Soal waktu penjaringan, disesuaikan dengan kesiapan DPC. Tetapi prinsipnya, DPC harus buka penjaringan,” tandasnya.

Lantas apakah Akri akan daftar di penjaringan Pilkada Loteng? Ia mengaku belum memutuskan untuk itu. Keharusan mundur dari keanggotaan DPRD NTB membuatnya dilema. PPP sendiri tidak memaksakan. “Tentu itu semua dikembalikan kepada kader. Apakah mereka siap atau tidak,” tandasnya. (yan)