Nonton Moto GP, Hingga Berwisata di Kota Tua Negeri Melaka

Apresiasi bagi para pemenang Journalist Competition Astra Motor 2016, PT Astra Motor, Honda Sales Operation (HSO) menggelar tur bagi 18 jurnalis dari 11 Main Dealer Astra Motor di Indonesia ke Malaysia, 29 Oktober – 1 November 2016, dengan agenda utama nonton Moto GP di Sirkuit Sepang, Malaysia.

 

 


LUKMANUL HAKIM – SEPANG


 

SABTU lalu (29/10), menjadi hari yang paling ceria bagi rombongan peserta Journalist Competition Astra Motor 2016. Ya, inilah hari keberangkatan 18 wartawan dari 11 Region Astra Motor menuju Malaysia, dengan agenda utama nonton Moto GP di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.

Berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju KLIA, dengan menggunakan maskapai penerbangan Belanda KL 801 pada pukul 18.45 WIB. Namun sebelumnya terlebih dahulu lunch bersama Management Astra Motor, yang diwakili Marketing Division Head Astra Motor, Lo Sie Nyuk, Manager Marketing Robien Toni, serta Manager HC3, Dharma Widjaja.

Suasana keakraban sembari menikmati hidangan ala restoran Telaga Sampireun, Ancol rombongan mendapat penjelasan singkat dari Lo Sie Nyuk seputar pasar penjualan sepeda motor Honda. Kemudian program CSR, terdiri dari Income Generating Activities, Educational, Healt, Enviromental, dan safety riding. Termasuk prestasi menawan yang ditorehkan racer Astra Motor di laga Kejurnas Motoprix dan kejuaraan balap lainnya.

Perjalanan Jakarta-Kuala Lumpur memakan waktu kurang lebih dua jam. Tiba di Bandara Kuala Lumpur, sekitar pukul 22.55 waktu Malaysia. Jarak antara pintu kedatangan dan  ruang Imigrasi lumayan jauh, namun terasa dekat lantaran menggunakan sky train.

Selesai mengurus segala urusan yang berkaitan dengan Imigrasi, rombongan yang dipandu guide lokal Malaysia dan juga guide dari Jakarta langsung keluar dari Bandara Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA). Disini rombongan dijemput Mrs Azhari, tour guide lokal dan langsung menuju Dorsett Regency Hotel tempat menginap.

Sepanjang perjalanan ruas jalan di negara dengan penduduk 27 juta orang tampak bersih, rapi dan teratur. Berbeda dengan Indonesia yang kebanyakan menggunakan mobil MPV, di Malaysia kebanyakan menggunakan jenis city car dan juga memanfaatkan mobil angkutan umum (bus umum). “Orang Malaysia kalau bepergian lebih suka bersama keluarga kecil jarang mengajak saudara maupun rekan lainnya, karena itu mereka lebih memilih mobil ‘mini’ sebagai transportasinya,” terang Mr Azhari.

Memasuki hari kedua, Minggu (30/10) rombongan langsung diajak menuju sirkuit Sepang International untuk menyaksikan Moto GP. Sejatinya jarak antara Hotel tempat menginap di Jalan Imbi Pudu 55100 Kuala lumpur dengan Sirkuit Sepang bisa ditempuh kurang lebih satu jam, namun saat penyelanggaraan Moto GP bisa molor hingga 2 jam lantaran macet. Karena banyaknya kendaraan penonton yang berasal dari bebagai negara di dunia untuk menyaksikan balap dunia tersebut.

Menariknya, dari ribuan pengunjung yang menyaksikan jalannya pertandingan Moto Gp, kebanyakan berasal dari Indonesia. Mereka berbondong-bondong datang ke negeri Jiran ini guna mendukung pebalap Moto Gp kesayangannya. “Rata-rata setiap tahun kurang lebih 2.000 warga Indonesia berkunjung ke Malaysia hanya untuk  menyaksikan jalannya Moto GP,’’ sebut Mr Azhari.

Usai seharian penuh melihat dan mendengar raungan dahsyat mesin khas Moto GP, rombongan kembali ke hotel. Kalaupun waktu berangkat kondisi jalannya macet, saat kembali ke hotel ruas jalan lebih macet lagi. Namun demikian, masyarakat Malaysia sangat patuh dan tertib pada aturan lalu lintas, baik roda empat maupun roda dua melaju sesuai jalurnya. Bahkan sama sekali tak ada hingar-bingar suara klakson mobil maupun motor layaknya di Indonesia. “Kalau di Malaysia pengendara maupun pengemudi membunyikan klakson dibilang orang gila,” terang Azhari.

Berbeda dengan hari sebelumnya, Senin (31/1) usai terbuai mimpi bersama indahnya pebalap idola Moto GP, rombongan chek out dari hotel dan menuju Kota Melaka, kota bersejarah yang terdaftar dalam UNESCO World Heritage. Namun sebelumn menuju Kota Melaka, terlebih dahulu rombongan Journalist Competition Astra Motor 2016 mengunjungi sejumlah tempat yang dijadikan destinasi wisata di sepanjang Jalan menuju Kota Melaka.

Sebut saja seperti Menara Kembar Petronas yang disebut-sebut sebagai menara kembar tertinggi di dunia. Tak lebih dari 20 menit di Menara Kembar Petronas yang dimanfaatkan untuk mendokumentasikan perjalanan dengan berfoto, kemudian rombongan Journalist Competition Astra Motor 2016 dibawa lagi menuju Menara Kuala Lumpur yang masih berada di wilayah Kota Kuala Lumpur.

Di Menara Kuala Lumpur, tour guide lokal Malaysia mengajak kami untuk naik di ketinggian 400 meter di dalam menara menggunakan Lift. Di dalam Menara Kuala Lumpur, pengunjung dapat menikmati langsung pemandangan di Kota Kuala Lumpur. Selanjutnya, rombongan Astra Motor melanjutkan perjalanan menuju Istana Negara, Malaysia. Di tempat ini tak lebih dari 20 menit, dimanfaatkan untuk mengambil foto dokumentasi perjalanan peserta Journaslits Competitioan Astra Motor 2016.

Berikutnya hari ketiga di Malaysia, rombongan wartawan menuju Negeri Melaka dengan jarak tempuh dari Kuala Lumpur sekitar tiga jam. Di Negeri Melaka, disuguhkan dengan obyek wisata Kota Tua yang dikemas cukup menarik, sehingga menjadi destinasi unggulan di daerah tersebut.

Tak heran jika Negeri Melaka ini menjadi idola bagi wisatawan mancanegara. Selain dapat melihat peninggalan bersejarah 700 tahun silam, wisatawan juga dapat melihat sejumlah peninggalan bersejarah lainnya seperti Gereja ST Peter's Chruch, Stadthuys. (*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid