Nipu di Tabanan, Samsul Terangkap di Bayan

ILUSTRASI TANGKAP

TANJUNG-Pelarian Samsul Bahri, warga Dusun Lendang Mamben Desa Anyar Kecamatan Bayan, kandas di tangan polisi.

Pria asal Sumbawa ini berhasil ditangkap anggota Polsek Bayan, sekitar pukul 18.30 Wita, Sabtu (7/1). Samsul tercatat sebagai salah seorang buronan Polres Tabananan Bali. Dia merupakan pelaku penipuan dan penggelapan sepeda motor jenis Yamaha Vixion bernopol DK 3470 HW warna merah. Mendapat sinyal Samsul kabur ke Lombok, Polda Bali kemudian berkoordinasi dengana Polda NTB.

Barulah Jumat (6/1) pekan lalu, Polda NTB memberikan informasi ke Polres Lombok Utara untuk diteruskan ke Polsek Bayan. Bahwa, ada buronan Polres Tabanan Bali yang bersembunyi di sekitar Desa Anyar Kecamatan Bayan. Polisi langsung bergerak cepat begitu mendapat instruksi. Mereka mendapatkan Samsul sedang bersembunyi di rumah istrinya.

Namun, aksi kepolisian itu terlebih dulu dicium Samsul. Ia lantas melompat lewat jendela belakang dan berhasil kabur. ‘’Hari itu Jumat (6/1) kami langsung ke rumah mengecek. Tapi pelaku tahu kedatangan kami dan dia langsung kabur,’’ tutur Kapolsek Bayan, I Made Suarta, Minggu (8/1).

[postingan number=3 tag=”tangkap”]

Buruan polisi tak berhenti sampai di situ. Aparat kemudian meminta bantuan istrinya untuk mecing sang suami keluar dari persembunyiannya. Sadar suami menyalahi hukum, sang istrinya pun akhirnya berterus terang berjanji bertemu dengan sumianya di kebun Desa Loloan. Polisi lantas mengambil ancang-ancang untuk meringkus pelaku.

Benar saja, sekitar pukul 18.20 Wita, Samsul nongol di balik kegelapan untuk bertemu istrinya. Saat itulah polisi menggerebeknya. Tapi Samsul yang tampak sudah lihai tak berhasil ditangkap begitu saja. Ia sempat kabur melarikan diri hingga terjatuh ke dalam jurang berkedalaman 10 meter.

Tak hanya itu, tiga orang anggota polisi juga harus merasakan hal sama. Mereka juga terjatuh bersama Samsul ke dalam jurang tersebut. Yaitu, Barigadir Lalu Budi Setiawan, Bhabinkamtibmas Desa Sambik Elen, dan Brigadir Putu Edi anggota reskrim ikut jatuh bersama tersangka. Akibatnya, Brigadir Lalu Budi Setiawan harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Tanjung, akibat luka yang dideritanya. ‘’Yang mendapatkan perawatan itensif, Brigadir Lalu Budi Setiawan langsung dirujuk ke RSUD Tanjung dan sempat belum sadarkan diri. Dan sekarang sudah ada di RSUD Kota Mataram,” terangnya.

Made menambahkan, tersangka langsung diserahkan ke Polda NTB untuk kemudian diserahkan lagi ke Polres Tabanan. Karena TKP-nya berada di Tabanan Bali. (flo)