Nilai Investasi Masuk ke Lotim Tahun Ini Capai Rp 5,2 Triliun

Achmad Dewanto Hadi

SELONG – Nilai investasi yang masuk ke Lombok Timur di tahun 2022 ini terbilang fantastis. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal  dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim, sampai April saja    investasi yang masuk  nilainya mencapai angka Rp 5,2 triliun yang berasal dari berbagai sektor.

Angka tersebut terbilang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan target investasi Lotim yang ditetapkan provinsi di tahun 2022 ini sebesar Rp 1,9 triliun. Angka yang ada ialah dalam bentuk investasi pihak ketiga. Dimana pihak ketiga atau investor tersebut mengajukan proses perizinan investasi  melalui DPMPTSP Lotim. “ Diantaranya tambak salah satu bagian dari investasi yang kita rekap. Investasi yang masuk ini setiap bulan selalu kita rilis sejak bulan April lalu melalui medsos maupun website. Dan yang paling besar nilai investasinya adalah PLTU Sambelia,” kata kepala DPMPTSP Lotim Achmad Dewanto Hadi.

BACA JUGA :  Rumah Sakit Masbagik Butuh Anggaran Rp 25 Miliar

Ia menambahkan, pihaknya melakukan berbagai upaya dalam upaya untuk memastikan invetasi yang masuk ke daerah ini . Sejak dipercaya memimpin dinas itu, pertama yang dilakukan adalah melihat kembali  data investor yang masuk ke Lotim namun sampai sekarang tak kunjung berbuat.” Bahkan di minggu- minggu kini kami telah menyusun beberapa perusahaan yang telah sejak lama mengurus  izin investasi tapi tak kunjung ada  realisasinya,” imbuh Dewanto.

Berkaitan dengan investasi imbuhnya, ada sistem terintegrasi langsung ke DPMPTSP yaitu    sistim pelaporan  penanaman modal. Melalui sistem ini bisa diketahui berapa jumlah investor telah mengajukan izin dan mana saja investasi  yang belum kunjung terealisasi.” Ada beberapa hal juga yang perlu kita tegaskan kami bahwa ketika ada investor yang telah mengajukan proses perizinan tapi investasi tak kunjung terealisasi maka akan ada sanksi yang diberikan oleh pusat. Kalau dulu pemantauannya di pusat memang lemah karena belum menggunakan sistem seperti ini,” lanjut Dewanto.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Resmi Membuka Muktamar NWDI ke-1

Selain sistem pelaporan penanaman modal, investasi yang masuk juga dipantau melalui sistem online singel submission.  Melalui sistim online setiap harinya akan bisa merilis jumlah investasi yang masuk ke Lotim secara real time. Termasuk juga jumlah tenaga kerja yang terserap.” Ketika bulan ini misalnya banyak yang mengajukan investasi secara online maka proses selajutnya kita lakukan evaluasi di bulan berikutnya untuk mengetahui berapa investor yang telah dan belum menjalani investasinya. Hal seperti itu sangat luar biasa karena sebelumnya tidak pernah diekspos. Selama ini DPMPTSP orientasinya hanya PAD.  Tapi mengacu pada PP Permendagri  sekarang PAD itu tidak lagi menjadi beban di DPMPTSP melainkan lebih pada nilai investasinya dan jumlah tenaga kerja yang diserap,” tandas Dewanto.(lie)