Niat Setrum Binatang, Bapak Jadi Korban

Setrum Binatang
MENINGGAL: Sahnun asal ekas buana meninggal dunia akibat jebakan binatang yang dipasang di ladang. (Janwari irwan/radar lombok)

SELONG – Berbagai cara yang dilakukan petani untuk mendapatkan hasil yang banyak yang berada di lokasi yang penuh dengan binatang liar. Begitu halnya yang dilkakukan Murtianan alias Betet asal Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru Lombok Timur.

Petani jagung ini berniat menangkap binatang menggunakan listrik. Namun nahas menimpanya, bukannya binatang yang didapatkan tetapi bapaknya atas nama Sahnun alias Amaq Roh, 51 tahun, yang menjadi korban sengatan listrik sehingga menyebabkan meninggal dunia. “Korban ditemukan oleh anaknya sendiri sekitar pukul 18.30 wita di Ujung Mansah ladang jagung Murtianan,” jelas Kapolsek Jerowaru IPDA Abdul Rasyid, Kamis (28/2).

BACA JUGA: Bau Nyale, Amaq Sumar Ditemukan Mengapung

Kronologisnya, menurut keterangan dari Murtianan aliran listrik yang dipasang menggunakan arus langsung dari PLN menggunakan kilo meter milik mertuanya sendiri. Aliran yang dibentangkan menggunakan kawat benrad yang digunakan hanya satu bentangan dari arah hutan. Di mana biasa binatang masuk merusak tanaman dan arus listrik diaktifkan selama 24 jam.

Setelah beberapa lama dipasang dan dibentangkan ke tangah ladang, tiba-tiba aliran listrik yang dipasang Murtianan kembali dan aliran listrik mati yang menandakan ada binatang yang disengat aliran listrik. Melihat aliran listrik  yang kembali, Murtianan tidak pernah memperkirakan bapaknya yang menjadi korban, tapi ia berpikir bahwa yang terkena jebakan itu merupakan binatang buas yang biasa makan jagung.  

Malangnya, setelah mendengar informasi dari masyarakat Ekas, bahwa korban tidak pernah pulang dari pagi hingga malam hari, anak dari Murtianan kemudian pulang memberitahukan kepada bapaknya. Merasa curiga, Murtianan mengajak anaknya Rizki pergi ke ladang jagungnya untuk melihat situasi lokasi aliran listrik yang dipasang. “Pada saat berjalan memeriksa jalur aliran listrik yang dipasang, tiba-tiba ia melihat Sahnun sudah terbujur kaku di bawah kawat benrad yang dipasang,” katanya.

BACA JUGA: Jumlah Janda di Lombok Tengah Makin Berjibun

Karena merasa terkejut dan takut sehingga Murtianan segera menggendong sendiri mayat Sahnun untuk dibawa pulang ke rumahnya dan meminta pertolongan kepada masyarakat Desa Ekas Buana. “Akibat kejadian ini, pihak keluarga memang menganggap sebagai musibah. Lebih-lebih menurut ketarangan keluarga, kabel ini dipasang juga oleh korban secara bersamaan,” jelasnya.

Dengan melihat kejadian ini dan untuk menghindari adanya korban tembahan akibat ketidaktahuan masyarakat. Ia mengimbau kepada semua masyarakat yang memasang jebakan menggunakan listrik untuk segera dicabut. Jangan sampai niat menangkap binatang, tetapi tetangga yang menjadi korban. “Alhamduliullah semua jebakan sudah dicabut, dan sekarang kita tetap mengharapkan agar kasus ini diselesaikan secara keluarga,” pungkasnya. (wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut