Niat Berobat di Segara Anak, Sardin Warga Lombok Utara Meninggal

Petugas mengevakuasi jenazah Sardin warga Pansor, KLU. (IST/RADAR LOMBOK)

SELONG–Seorang pendaki bernama Sardin warga Desa Pansor, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) meninggal dunia di sekitar pemandian air panas Segara Anak, Gunung Rinjani, Minggu (13/6/2021).

Petugas gabungan dari TNGR Resor Senaru dan tim emergensi langsung ke lokasi untuk mengevakuasi mayat korban.

Korban bersama rombongan datang ke pemandian air panas Segara Anak dengan hajat untuk berobat. Di lokasi korban merasakan sakit di pinggang dan lemas sehingga menyebabkan yang bersangkutan tidak bisa berjalan.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedi Asriadi membenarkan adanya salah seorang pendaki asal KLU yang meninggal dunia. Kata dia kejadian pertama kali diketahui ketika ada salah satu rombongan pendaki memberitaukan kondisi korban sekitar pukul 17.00 WITA, Sabtu (12/6/2021). “Dari laporan kami berkoordinasi dengan melaporkan ke Kepala SPTN wilayah 1. Setelah itu , menghubungi pihak EMHC ” tuturnya.

BACA JUGA :  Jatuh dari Tebing Rinjani, Pendaki Asal Gunungsari Patah Lengan Kanan

Tim evakuasi bergerak cepat ke lokasi untuk melihat kondisi korban melalui jalur pendakian Sembalun. Karena kondisi medan yang cukup berat, proses evakuasi berlangsung sampai Minggu (13/6/2021). Tetapi upaya petugas untuk menyelamatkan korban pupus karena kondisi korban sudah meninggal dunia ketika dalam perjalanan antara pelawangan dan Segara Anak.

“Di hari ini juga korban langsung dievakuasi melalui pintu jalur pendakian Sembalun. Sampainya jenazah korban dibawa ke Puskesmas setempat,” imbuh Asriadi.

BACA JUGA :  Jatuh dari Tebing Rinjani, Pendaki Asal Gunungsari Patah Lengan Kanan

Ia mengungkapkan, korban bersama rombongan berjumlah 17 orang. Semuanya masih ada ikatan keluarga; melakukan pendakian pada 10 Juni 2021 melalui jalur pendakian Torean. Mereka semuanya ke sana datang untuk berobat. Terutama korban yang mengidap penyakit gatal. Tetapi pada Sabtu sore kondisi kesehatan korban drop yaitu lemas dan kakinya keram. Pendaki lainnya yang satu rombongan dengan korban sempat berupaya membantu mengangkat korban dari pemandian air panas ke camp penginapan.

“Yang pasti korban tidak ada penyakit bawaan. Dia ke sana hanya untuk mengobati penyakit gatal. Dan kini jenazah korban telah dibawa pulang dan diserahkan ke pihak keluarga,” tandasnya. (lie)