Nelayan Lotim yang Hilang di Perairan Sumbawa Barat Belum Ditemukan

PENCARIAN : Tim rescue Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kayangan masih melanjutkan pencarian Seorang nelayan Sofian Hadi (37) asal Kampung Baru Selatan Tanjung Luar Lombok Timur (Lotim).(Ist/radarlombok.co.id)

MATARAM – Sofian Hadi (37 tahun ) nelayan asal Kampung Baru Selatan Tanjung Luar Lombok Timur (Lotim) yang dikabarkan hilang setelah pergi mencari ikan di perairan Labuan Lalar Kabupaten Sumbawa Barat, sejak Senin (31/8/2020) belum ditemukan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram menerjunkan Tim rescue Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kayangan untuk melakukan pencarian . di perairan Labuan Lalar sampai Benete. ” Belum kita temukan ( Sofian Hadi), tim juga masih melakukan pencarian di seputaran perairan Benete sampai dengan Tanjung Luar,”ungkap Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, Kamis (3/9/2020).

Dalam proses pencarian ini, Basarnas Mataram mengerahkan satu tim. Selanjutnya dibantu dari pihak kepolisian, TNI, BPBD, Tagana, nelayan/masyarakat setempat dan unsur lainnya. “Kalau pihak kita satu tim dari pos SAR Kayangan,”katanya.

Sejak hari pertama pencarian, terganggu dengan cuaca yang kurang bersahabat, terutama gelombang yang cukup tinggi.”Kendala hari ini masih seperti hari kemarin, cuaca kurang bersahabat. Selat Alas bagian selatan tinggi gelombang mencapai 2-5 meter,”ujarnya.

Meski demikian, pencarian masih tetap dilakukan dengan penyebaran informasi kepada nelayan-nelayan atau warga setempat yang ditemui di sekitar lokasi pencarian. “Sambil melakukan pencarian, kita juga menyebarkan informasi kepada nelayan dan warga setempat yang kita temukan,”katanya.

Bagi nelayan atau warga yang kebetulan menemukan korban, sambungnya, bisa melakukan evakuasi mandiri jika dirasa masih mampu, dan tentunya tetap memperhatikan faktor keselamatan atau bisa menghubungi pihak keamanan. “Bisa juga menghubungi kita jika butuh bantuan saat evakuasi,”sambungnya.

Ia juga mengimbau masyarakat terutama kepada nelayan yang hendak pergi melaut, agar bisa memperhatikan keselamatan, hingga kejadian seperti ini tidak terulang. “Kalau imbauan masih sama seperti sebelum-sebelumnya, lengkapi dengan peralatan keamanan, jangan melaut jika cuaca sedang buruk. mungkin bawa alat komunikasi dan selalu beritahu minimal pihak keluarga atau teman serta rekan saat mau berangkat melaut, terutama saat pergi sendirian,”imbaunya. (Sal).