Nelayan KLU Keluhkan Bantuan Tak Merata

Nelayan KLU Keluhkan Bantuan Tak Merata
NGELUH : Sejumlah nelayan di Pemenang mengeluhkan sepi tangkapan dan bantuan sembako tidak merata. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pada bulan Juli ini, para nelayan di Lombok Utara sepi tangkapan.

Kondisi yang dialami ini membuat mereka mengeluhkan bantuan sembako dari pemerintah daerah yang tidak merata. Demikian disampaikan Ketua Kelompok Nelayan Tunas Muara Dusun Muara Putat Desa Pemenang Timur Kecamatan Pemenang Jalaludin, Rabu (19/7). Seharusnya janji-janji pemerintah segera direalisasikan. Misalkan, untuk musim sepi saat ini memberikan sembako. Namun, bantuan itu tidak pernah ada realisasinya.  “Ini janji-janji terus yang kita dapatkan. Sampai bosan kami buat proposal,” keluhnya sembari memperbaiki jaringannya.

Ia menyangkan, justru yang memperoleh bantuan kelompok yang tidak mengusulkan dengan membuat proposal. Sementara mereka berbulan-bulan menanti kejelasan proposal, namun belum ada kejelasannya. “Ada memang kita daptkan bantuan, tapi selalu tak sesuai dengan apa yang kami butuhkan,” ungkapnya.

Bantuan terakhir yang mereka dapatkan yaitu, dua unit aki. Sementara itu, aki itu sendiri tidak cukup untuk ke-17 anggotanya. Selain itu, bantuan jaringan yang tidak cocok, semestinya jaring yang dibutuhkan ukuran 1 ¾. “Bukan jaring memalang. Yang akhirnya tidak kita pakai,” katanya.

Ia juga pernah mendatangi kantor Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) Lombok Utara guna meminta penjelasan. Namun, respon yang didapatkan kurang memuaskan. “Intinya, kami sebenarnya mau keadilan. Harus merata, jangan ada pilih kasih,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Lombok Utara Tusen Lasima menegaskan, terkait permasalahan tersebut dinas terkait harus bekerja secara konprehensif.  “Pengamatan saya di lapangan, kebetulan saya juga bergerak di bidang nelayan. Nelayan memang masih membutuhkan perhatian yang serius,” ucapnya.

Ia juga meminta kepada dinas terutama para penyuluhnya untuk memberikan pendampingan. Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dishublutkan Samsul Rizal menerangkan, memberikan bantuan sembako yang disebabkan kondisi cuaca langsung ditangani Dinas Sosial. Sedangkan, Dishublutkan pengadaan bantuan kepada masyarakat masih dalam proses pengadaan.  “Kalau sudah mengajukan proposal ke dinas jelas akan diberikan bantuan sesuai dengan permintaan yang di proposal. Setelah diverifikasi kelompok yang akan menerima bantuan apa layak atau tidak,” terangnya dengan singkat via pesan Whatshap. (flo)