Nelayan Desa Mertak Terluka Diserang Buaya

Nelayan Desa Mertak Terluka Diserang Buaya
BUAYA: Inilah seekor buaya di pinggiran sungai dekat muara di Teluk Awang, yang berhasil didokumentasi oleh warga, dan seorang nelayan terluka setelah di serang buaya, Senin kemarin (25/11).( IST FOR RADAR LOMBOK)

PRAYA—Lama menghilang tidak ada khabarnya, ternyata binatang buaya masih ada di sekitar perairan laut yang berhadapan dengan muara di sekitar Pelabuhan Teluk Awang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Bahkan keberadaannya kini sudah sangat mengkhawatirkan masyarakat. Pasalnya, salah seorang nelayan sekita, Soder, 40 tahun, asal Dusun Asem, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, terluka di wajahnya, diduga akibat serangan buaya, saat dirinya sedang menangkap ikan.

Korban diduga di terkam oleh buaya pada Minggu (24/11), sekitar pukul 22.30 Wita. Saat itu korban yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan ini, seperti biasa mencari ikan dengan cara menyelam. Korban bekerja menangkap ikan bersama teman-temannya sesama nelayan. Hanya saja, ketika korban sedang menyelam dipinggir laut yang berdekatan dengan muara, tiba-tiba muncul seekor buaya yang langsung menghampiri korban.

Seketika itu korban langsung diserang oleh buaya tersebut. Beruntung saat itu nyawa korban berhasil diselamatkan, setelah korban segera berenang ke pinggiran untuk menyelamatkan diri. Namun muka korban penuh luka, dan harus mendapatkan perawatan.

Dengan adanya kejadian ini, pemerintah diminta agar segera mengambil langkah. Karena warga juga kerap melihat buaya tersebut, terlihat berkeliaran di sekitar jembatan di lokasi kejadian, temasuk di Dermaga Pelabuhan Teluk Awang. Masyarakat berharap pemerintah segera menangkap buaya tersebut, agar tidak kembali memakan korban warga yang sedang melaut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, H Muhammad yang dikonfirmasi belum mengetahui kejadian itu. Pihaknya juga akan bekerjasama dengan instansi terkait untuk mengatasi permasalahan itu. Karena jangan sampai ada korban lain, akibat keberadaan buaya liar itu. Terutama bagi warga yang beraktivitas sebagai nelayan.

“Saya sendiri belum mendapatkan informasi masalah warga yang digigit buaya ini. Tapi kalau benar, maka kita akan segera mengambil langkah agar permasalahan ini tidak terulang lagi,” ungkap H Muhammad, saat dihubungi Radar Lombok, Senin kemarin (25/11).

Pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial untuk membantu korban. Sementara untuk permasalahan buaya ini, pihaknya akan membahasnya dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, serta BKSDA yang menangani permasalahan itu. Pasalnya, untuk menangkap buaya ini juga membutuhkan berbagai langkah, mengingat binatang buaya ini dilindungi.

“Biasa memang buaya ini ada di air tawar, dan memang dilindungi. Jadi karena berada di muara yang merupakan pertemuan dengan laut, maka harus kita koordinasi. Mengingat buaya ini dilindungi, karena termasuk hewan yang langka,” terangnya.

Pihaknya juga akan segera menindaklanjuti keluhan dari masyarakat ini. Karena jangan sampai keberadaan buaya ini malah membuat masyarakat, terutama yang menjadi nelayan menjadi resah. Karena memang buaya ini sangat berbahaya, sehingga diupayakan untuk mencari jalan penyelesaian agar tidak mengganggu. “Kita berharap agar warga juga berhati-hati,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Mertak, Kecamatan Pujut, H Bangun, sampai dengan saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian itu. Telepon yang bersangkutan juga tidak bisa dihubungi. (met)