Nelayan Ampenan akan Demo Dispar NTB

Nelayan Ampenan akan Demo Dispar NTB
DEMO : Gerbang Tani dan para nelayan saat melakukan demo di Hotel Sentosa Senggigi. Namun sampai saat ini belum ada jalan keluar terkait pembangunan meja beton tersebut. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Ratusan nelayan Kota Mataram yang didampingi oleh Gerakan Kebangkitan Nelayan dan Petani Indonesia (Gerbang Tani) NTB akan melakukan aksi demo ke kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTB, menuntut Dispar mendesak pihak Hotel Santosa di Senggigi Lombok Barat membongkar meja beton permanen di pinggir pantai Senggigi karena dianggap melanggar aturan dan mengganggu tempat parkir perahu para nelayan.

BACA : Dilarang Parkir Perahu, Nelayan Mataram Ancam Demo

Demo akan dilakukan hari ini oleh para nelayan. Tindakan ini dilakukan karena pertemuan dengan pihak manajemen hotel beberapa waktu lalu tidak membuahkan hasil. Pihak hotel tidak mau menemui nelayan dan tetap melanjutkan pembangunan fasilitas meja beton. “ Pertemuan antara nelayan dan pihak hotel tidak membuahkan hasil. Makanya Kamis nelayan demo ke Dispar Provinsi,” kata Viken Madrid, Ketua Gerbang Tani NTB saat ditemui kemarin (10/1).

Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu para nelayan sudah mengadukan tindakan pihak Hotel Santosa yang membangun  fasilitas meja beton tersebut ke Dinas Pariwisata Lombok Barat agar pembangunannya dihentikan. Karena kalau terus dibangun nelayan Mataram yang sudah sejak lama parkir perahu ketika cuaca buruk tidak bisa memarkirkan perahu lagi.  Tetapi jawaban yang diterima, pembangunan tersebut diprakarsai oleh Dinas Pariwisata NTB.”Dispar Lombok Barat mengatakan pembangunan fasilitas itu dari Dispar provinsi dan pihak hotel,” ungkapnya.

Pihaknya mencoba melakukan klarifikasi terhadap fasilitas meja beton tersebut ke Dinas Pariwisata NTB, tetapi sampai saat ini belum ada kepastian sehingga mereka memutuskan untuk melakukan aksi demo meminta Dispar menghentikan dan membongkar meja beton permanen tersebut.”Permintaan nelayan agar meja beton tersebut dibongkar,” jelasnya.

Kalau sudah demo dan tidak juga dilakukan pembongkaran, nelayan akan mengambil langkah hukum karena menurut mereka fasilitas yang dibangun di pinggir  pantai itu adalah perbuatan melanggar hukum karena sudah memanfaatkan fasilitas publik, dimana batas sepadan pantai sudah diatur dalam undang-undang. Kalau dibiarkan maka sama dengan melanggar undang-undang karena membangun di lahan yang milik negara.” Kami akan bawa ke ranah hukum kalau tidak dibongkar,” ungkap Viken.

Ia menyebut nelayan Ampena bahkan akan melakukan tindakan boikot tamu yang akan datang ke Senggigi terutama. Karena menurut nelayan mereka juga punya ketika wilayah mereka dilewati oleh wisatawan, agar semua ini tidak terjadi ia berharap kepada Pemkab Lobar, Pemkot Mataram dan Pemprov NTB bisa segera mencarikan solusi agar mereka bisa menyandarkan perahu mereka ketika cuaca buruk seperti saat ini.

Permintaan nelayan tidak banyak hanya diberikan untuk bersandar dan waktunyapun tidak lama, hanya beberapa hari saja saat cuaca buruk. Karena kalau mereka parkir di tempat mereka akan membuat perahu hanyut karena gelombong. “ Mereka minta hanya diberikan sementara saja ketika terjadi cuaca buruk itu saja,” tegasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Lobar Ispan Junaidi mengatakan, kalau pembangunan meja beton yang ada di pesisir Senggigi itu atas merupakan bagian dari penataan pantai Senggigi yang sudah direncana sejak lama. Dimana rencana penataan sudah direncanakan sejak tahun 2017 untuk menata kembali pesisir Senggigi yang dianggap sudah cukup samerawut. Dalam penataan pantai Senggigi Pemprov NTB melalui Dinas Pariwisata ikut terlibat dalam membantu Lobar menata pantai Senggigi.”Ini kepentingan bersama Lobar dan Mataram makanya kami melakukan penataan Pantai Senggigi,” katanya.

Dalam surat yang pernah disampaikan ke Pemkot Mataram yang ditembuskan ke Pemkot Mataram, Pemda Lobar meminta Pemkot Mataram untuk menyediakan  tempat sandar perahu bagi para nelayan mereka dari Ampenan agar tidak lagi bersandar di wilayah Senggigi. Hal ini dimaksudkan agar Pemkot Mataram mau membantu Pemda Lobar dalam menata pantai Senggigi sehingga menjadi lebih tertata dan rapi, sehingga tidak akan menimbulkan friksi dengan para bootman yang ada di Pantai Senggigi.” Mataram juga berkempentingan mengamankan destinasi wisata di Lombok ini,” tegas Ispan.

Ia menambahkan, Mataram tidak bisa menyalahkan Pemprov NTB, karena Provinsi memiliki semua wilayah untuk melakukan penataan destinasi membantu kabupaten kota untuk melakukan penataan destinasi, karena merasakan senggigi sudah sangar samerawut karena keberadaan para pedagang dan keberadaan perahu yang parkir yang pemiliknya dari wilayah Mataram.” Kami sudah bertoleransi selama bertahun-tahun kepada para nelayan dan Faozal sudah lelah bertanya soal keberadaan perahu yang bersandar itu,” tuturnya.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut