Nasrudin Menang KO Lawan Petinju Kaltara

Dua Petinju NTB Gugur, Tujuh Masuk Semifinal

MENANG KO : Inilah penampilan Nasrudin, yang berhasil menumbangkan lawannya dengan cara Menang KO saat melawan petinju asal Kaltara. (IST FOR RADAR LOMBOK)

JAYAPURA – Dari sembilan petinju yang dikirim NTB, tujuh diantaranya berhasil masuk semifinal. Terbaru Nasrudin di kelas 81-91 kg berhasil melaju ke semifinal setelah sukses menang Knockout (KO) lawan petinju asal Kalimantan Utara (Kaltara).

Ketujuh petinju NTB yang lolos ke semifinal ini terdiri dari lima petinju putri dan dua petinju putra. Diantaranya Huswatun Hasanah, Saputra Samada, Endang, Nasruddin, Ainun Azizah, Shinta Agustini, dan Karmila. Sementara dua petinju yang gugur adalah Jubaitul dan Riza pastika.

“Semua petinju kita sudah berjuang dengan maksimal. Buktinya tujuh petinju sudah di semifinal, dan dua diantaranya harus gugur lebih awal,” kata Ketua Binpres Pertina NTB Kapten Inf Jamuhur, Kamis (7/10).

Dikatakannya, secara umum penampilan petinju NTB sudah sangat bagus saat di arena. Mental serta fisik 9 petinju sudah sangat siap, meskipun dua petinju harus gugur lebih awal. Tapi langsung terbayar oleh dua petinju NTB yang mampu masuk semifinal dengan cara menang Technical Knockout (TKO) lewat Huswatun Hasanah, dan Menang KO lewat petinju Nasrudin. Sementara lima petinju diantaranya masuk final dengan menang angka.

Hasil positif yang diraih tujuh petinju NTB ini diyakini bisa menambah semangat para kontingen NTB. Apalagi banyak yang menonton secara langsung pertandingan tinju, termasuk pertandingan Uswatun dan Nasrudin yang menumbangkan lawannya dengan cara yang ditunggu-tunggu Kontingen NTB.

Baca Juga :  Witan Sulaeman Lahir dari Tukang Sayur, Tekad Jadi Pesepakbola Hebat Tak Pernah Kendur

“Kemenangan menuju semifinal kita ini bisa jadi semangat bersama. Karena sukses memenangkan pertandingan dengan cara yang memuaskan,” lanjutnya.

Sementara itu, Pelatih Tinju NTB Pelatih Tinju NTB, Indah Dugi Cahyono mengatakan, fisik dan mental atlet tinju sangat bagus. Penampilan mereka cukup memuaskan, meski harus ada yang gugur di awal pertandingan. Pada pertandingan pertama, Huswatun sukses menang Technical Knockout (TKO) di Ronda pertama saat melawan Herlina Kristiawati Sirait atlet Asal Riau. Sementara Sinta berhasil lolos ke semifinal setelah mengalahkan Jihan Mainong Barana, petinju asal Kalimantan Timur, di GOR Cendrawasih APO, Kota Jayapura, Selasa (5/10) lalu.

Tarung pembuka bagi Cabor Tinju NTB ini dinilai menambah semangat para petinju NTB lainnya. Bagaimana tidak, pada pertarungan Sinta Agustini melawan Jihan Mainong Barana atlet Kaltim di kelas 45 kg itu berlangsung seru. Itu terbukti dari sejumlah perlawanan dan pukulan Sinta yang terus membabi buta.

Akibatnya, petinju Kaltim itu dibuat tidak berdaya hingga ronda terkahir. Pasalnya sejak ronda pertama, penampilan Sinta selalu lebih dominan dan menguasai ring tinju yang berlangsung di klaster Kota Jayapura itu.

Baca Juga :  Pencak Silat Gagal Pertahankan Tradisi Emas

“Alhamdulillah, petinju kita benar-benar tunjukkan mentalnya. Makanya kita bisa masuk semifinal setelah atlet kita dinyatakan menang angka saat melawan atlet Kaltim,” katanya.

Pertarungan yang dilakukan Sinta nampak dinikmatinya. Ketenangan yang ditunjukkan membuat Sinta selalu bisa memanfaatkan celah kelalaian lawannya. Responsif pukulan Sinta kerap membuat lawannya tidak berdaya. Hal itu terlihat dari setiap ronda yang dituntaskannya.

Sementara Huswatun lebih ngeri lagi perlawanannya. Memasuki Ronda pertama, sosok Huswatun mulai menakutkan, karena pukulan berat dikelasnya cukup mematikan. Benar saja, dalam hitungan menit, sebelum lonceng ronda pertama dibunyikan. Lawannya sudah terlihat keteteran menerima tinjuan dari Huswatun. Akibatnya, petinju asal Riau itu harus lempar handuk, dan dinyatakan kalah, karena kalah TKO di ronda pertama.

Kendati demikian, Dugi meminta agar ketujuh petinju yang lolos semifinal untuk selalu siap. Artinya, para atlet tidak boleh langsung puas dengan raihan bisa melaju ke semifinal. Karena di setiap babak lawannya akan makin kuat.

“Kita minta atlet tetap fokus berjuang. Jangan mudah puas hingga Emas itu tiba, ” tutupnya. (rie)