Nasib Tenaga Kerja NTB Memprihatinkan

TGH Mahalli Fikri (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Salah satu dampak pandemi Covid-19, yaitu bertambahnya pengangguran di Provinsi NTB. Kesejahteraan para pekerja juga menjadi catatan serius yang patut diperhatikan.

Ketua komisi V DPRD Provinsi NTB, TGH Mahalli Fikri mengatakan, pandemi covid-19 memberi dampak signifikan terhadap ketenagakerjaan. Tidak terkecuali bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI dan TKW) yang di luar negeri berbondong-bondong pulang ke kampung halaman. “Dan mereka tidak bisa berangkat kembali ke negara tempat mereka bekerja,” ungkap Mahalli, kemarin (9/5).

Dampaknya, mereka menjadi pengangguran. Di daerah sendiri tidak memiliki pekerjaan untuk dijadikan sumber pendapatan. Kondisi tersebut lebih memperhatikan, karena sektor pariwisata dan sektor perdagangan yang merupakan unggulan penyerapan tenaga kerja juga sangat terdampak. “Sehingga menambah besarnya pengangguran,” kata politisi Demokrat ini.

Baca Juga :  Konser Penyanyi Pamungkas Batal, Polisi : Kita Bubarkan Atas Nama Undang-Undang

Dipaparkan, jumlah pengangguran di tahun 2020 mengalami kenaikan, seperti tingkat pengangguran terbuka (TPT) meningkat sebesar 4,22 persen dibandingkan 2019 sebesar 3,28 persen. Sedangkan penyerapan tenaga kerja tahun 2020 menurun menjadi 95,67 persen dibanding 2019 sebesar 96,58 persen.

Parahnya lagi, capaian kinerja penyelenggaraan bidang urusan tenaga kerja masih belum mencapai target. Program Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) untuk peningkatan kualitas dan produktivtas tenaga kerja, dari target 86 persen, yang teralisasi hanya 25 persen.

Program pengawasan ketenagakerjaan, dari target 100 persen, realisasi hanya 75 persen. Kemudian program perluasan dan pengembangan kesempatan kerja, dari target 91 persen,  realisasi hanya 33 persen. “Bahkan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja pada UPTD BLK NTB tidak dapat melaksanakan realisasi program,” bebernya.

Baca Juga :  Api dari Belakang Anjungan, KMP Nusa Abadi Terbakar

Menurut Mahalli, program-program tersebut sangat dibutuhkan oleh publik di masa pandemi covid-19. “Pandemi covid-19 telah menyebabkan seluruh kegatan ekonomi masyarakat mengalami tekanan, sehingga menyebabkan naiknya angka pengangguran di NTB,” ucap Mahalli.

Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan terbaik untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah yang ada. “Jadi penting penguatan kemandirian daerah melalui penguatan peran tenaga kerja produktif. Untuk dapat melaksanakan cara tersebut, perlu dukungan anggaran, sarana dan prasarana kepada Disnakertrans,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Diskominfotik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi yang dimintai keterangannya terkait masalah tenaga kerja dan pengangguran, belum bisa banyak bicara. “Data-data, besok saja meton di kantor. Soalnya, hari ini saya belum menguasai,” jawab Gede. (zwr)