“Nasib” Lale Tergantung Realisasi PAD 2016

H. Taufiq (Dok/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Lombok Barat dipecah menjadi Badan Pendapatan Daerah (BPD) serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang juga merupakan penggabungan dari Kantor Aset Daerah.

Untuk pengisian Kepala BPD nantinya kata Sekda Lobar H.Taufiq, bisa jadi akan dilanjutkan oleh Kepala DPPKD Lale Prayatni. Namun itu tergantung dari berapa realiasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2016. Dalam artian ada batasan passing grade atau nilai kelulusan dari berapa persen PAD yang direalisasikan. “ Tapi berapa nilai passing grade-nya itu rahasia dong,” terangnya usai membuka sosialisasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara virtual di aula kantor Bupati Lobar, Selasa (15/11).

Seperti diketahui, realisasi PAD dari pajak, retribusi dan kekayaan daerah lainnya yang dipisahkan mencapai 73,45 persen dengan nominal Rp 153,638 miliar hingga 11 November 2016. Hingga akhir Desember 2016, PAD ditarget bisa terealisasi 96,67 persen oleh Kepala DPPKD, bukan 100 persen. Karena bagaimanapun juga, PAD dalam sejarah Lobar, tidak pernah terealisasi 100 persen.

Taufiq menerangkan, jika memang sudah tahu PAD dalam catatannya tidak pernah terealisasi 100 persen, seharusnya bisa diambil pelajaran dalam menentukan target oleh DPPKD, karena target tersebut tidak bisa hanya didasarkan atas perasaan, melainkan dengan pemikiran dan hitung-hitungan yang pasti. “ Tahun 2016 target PAD kita Rp 209 miliar. Tahun 2017 Rp 228 miliar, ada kenaikan 9 persen. Memang tidak pernah realisasi itu 100 persen. Makanya harus hati-hati, jangan diasumsikan semuanya 100 persen, sehingga kalau misalnya sejarahnya tidak pernah 100 persen, seharusnya juga tidak Rp 228 miliar yang dijadikan target. Jadikan pengalaman itu pelajaran untuk merencanakan 2017,” terangnya.

Karena apabila ditargetkan Rp 228 miliar, sementara yang terealisasi Rp 220 miliar, maka akan mengganggu fiskal. Dari mana akan dicarikan talangan dari tidak tercapainya realisasi PAD. Oleh karena itulah lanjut Taufiq, di dalam pengisian jabatan Kepala BPD, harus orang yang memiliki terobosan untuk merealisasikan PAD minimal 100 persen. Terlebih PAD ditargetkan naik 2017. “Nanti kita Rapim (rapat pimpinan), seperti apa, nanti akan kita lihat, apakah diputuskan lanjut bergeser atau apa,” jelasnya.

Untuk diketahui kata Taufiq, tujuan BPD berdiri sendiri adalah agar lebih fokus dalam merealiasikan PAD. Dan BPD sendiri nantinya paling mudah diketahui kinerjanya dari realisasi PAD yang diperoleh. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid