Nasib Garuda Akhirnya Ditentukan Laga Lain

Timnas Indonesia saat Melawan Tim Tuan Rumah Filifina.

BULACAN – Alfred Riedl terlihat gusar di bench pemain tim Indonesia.

Telapak tangan kanannya beberapa kali telihat menempel ke telapak tangan kiri. Itu adalah gerakan simbol yang dia berikan ke sang asisten Wolfgang Pikal untuk melakukan pressing ketat terhadap gelandang-gelandang Filipina yang terlihat membawa bola deng bebas. 

Melihat perintah tersebut, Pikal langsung berteriak keras ke arah pemain. Terutama kepada Evan Dimas Darmono dan Stefano Lilipaly yang beberapa kali terlihat terlambat melakukan hadangan di lini tengah ketika terjadi counter attack ke gawang Indonesia. "Ayo pressing terus, jangan berikan ruang kepada mereka," teriak Wolfgang Pikal. 

Wolfgang yang memiliki penguasaan bahasa Indonesia lebih bagus memang dipercayakan sebagai penyambung lida kepada pemain dari samping lapangan. Pasalnya, dalam pertandingan yang belangsung di Philippine Sports Stadium itu, Boaz Solossa dan kawan-kawan seperti membiarkan banyak ruang kepada pemain pemain lawan.

Di ujung pertandingan, Riedl mengakui bahwa stamina pemain besutannya tidak cukup untuk bermain dengan tempo tinggi. "Padahal di awal pertandingan, kami sengaja melakukan sejumlah variasi bermain. Namun, ternyata itu tidak berjalan mulus. Hasilnya, ada banyak ruang kosong yang tidak tercover dengan baik," ujar pelatih asal Austria itu.

Hasil pertandingan tadi malam memang tidak begitu menguntungkan bagi Indonesia. Sebab, target untuk bisa meraih poin maksimal tidak mampu mereka penuhi setelah hanya bermain imbang 2-2 (1-1) melawan tuan rumah Filipina. Dalam laga tersebut, dua gol skuad Garuda — julukan Timnas– dicetak oleh Fachruddin Wahyudi di menit ke-7, serta gol Boaz Solossa di menit ke-68. 

Namun, enggan malu di kandang sendiri membuat Philip Younghusband dan kawan-kawan enggan menyerah. Mereka berhasil memberikan dua gol balasan lewat Misagh Medina Bahadoran di menit ke-31, serta tendangan bebas Philip James Placer Younghusband di saat pertandingan memasuki menit ke-82. 

Dalam laga tersebut, Indonesia memiliki banyak peluang di babak kedua yang seharusnya bisa berbuah gol. Dua kali tendangan keras Andik Vermansah harus membentur tiang gawang, masing-masing di menit ke -62  dan 66. Tendangan Andik yang terakhir mengakibatkan screamet yang akhirnya berbuah gol lewat kaki Boaz.  "Kami memiliki banyak peluang, tapi kurang beruntung karena harus kebobolan lewat dua tendangan bebas. Tapi, ini sepak bola, hasil akhir memang tidak bisa ditebak," ujar Riedl. "Kami masih mengeoleksi satu poin. Namun, masih ada satu pertandingan lagi lawan Singapura. Peluang kami untuk lolos masih ada," tegas Riedl. 

Sang kapten, Boaz Solossa mengungkapkan bahwa, pertandingan melawan Filipina tersebut berlangsung menarik. Karena, kedua tim yang sama sama ingin memenangkan pertandingan bermain terbuka. "Semua pemain juga sudah memberikan yang terbaik, namun kami belum beruntung saja. Fokus kami adalah melawan Singapura," kata striker Persipura Jayapura itu. 

Di sisi lain, pelatih timnas Filipina, Thomas Dolley mengatakan bahwa, seharusnya para pemainnya bisa bermain lebih bagus. "Tapi, dalam dua pertandingan terakhir, pemain kami belum menemukan permainan terbaik mereka. Mungkin di pertandingan berikutnya kami akan melakukan yang lebih baik lagi," tegasnya. 

Terlepas dari itu, hasil imbang yang tadi malam membuat nasib Indonesia harus ditentukan oleh pertandingan lain. Artinya, meski memenangkan laga terakhir melawan Singapura, penggawa Merah Putih — julukan lain Timnas — baru bisa lolos ke babak selanjutnya bila Filipina gagal menang lawan Thailand di laga terakhir mereka. (ben)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid