Nasdem Tegaskan Berpolitik Tanpa Mahar

BEDAH BUKU : Partai Nasdem menyelenggarakan acara Bedah Buku “Moralitas Republikan” karya Willy Aditya yang menggambarkan praktek berpolitik Surya Paloh, Kamis kemarin (26/1) (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menegaskan eksistensinya pada kebenaran dengan memelihara semangat berpolitik tanpa mahar. Semangat ini dicetuskan oleh Surya Paloh yang merupakan pendiri sekaligus Ketua Umum partai Nasdem.

Ketua DPW Partai Nasdem NTB, H Muhammad Amin yang juga Wakil Gubernur NTB mengatakan, Surya Paloh telah memberikan contoh pada bangsa Indonesia dalam berpolitik yang bersih. “Waktu usung Jokowi misalnya dalam pilpres lalu, koalisi tanpa syarat jadi komitmen Nasdem,” kata Amin dalam acara Bedah Buku ‘Moralitas Republikan’ Kamis kemarin (26/1).

Menurut Amin, tokoh seperti Surya Paloh sangat sulit dicari pada saat ini. Seorang politisi yang ingin melihat bangsanya maju dengan menyampingkan kepentingan pribadi dan kelompok. “Bukti nyata gagasan dan komitmen Pak Surya Paloh, bisa dibaca dalam buku Moralitas Republikan yang ditulis oleh Pak Willy Aditya,” imbuh Amin.

Salah satu hal yang membuat Amin bangga berjuang melalui Nasdem, Surya Paloh sangat menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Bahkan, jika Paloh disuruh memilih antara kesatuan bangsa daripada demokrasi, maka Paloh memastikan diri memilih kesatuan bangsa.

[postingan number=3 tag=”politik”]

Kepada seluruh kader Nasdem di NTB, Amin mengharapkan semangat dan komitmen Surya Paloh dapat diimplementasikan. “Beliau juga tidak sektarian. Saya bukannya terlalu membanggakan Pak Surya Paloh, tapi memang banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari beliau,” tandas Amin.

Di tempat yang sama, penulis buku Moralitas Republikan, Willy Aditya menyampaikan, awal ditulisnya buku ini karena interaksi Willy dengan Surya Paloh cukup intensif. Dari komunikasi dan melihat langsung gerakan Paloh, membuat Willy harus mempublikasikannya.

Surya Paloh menurut Willy, seorang tokoh yang lahir dari jalanan. Mengenyam gerakan sejak orde baru hingga saat ini. “Setiap pidato atau pernyataannya Pak Surya Paloh, selalu saya rekam. Ide dan gagasan beliau untuk memajukan bangsa ini begitu segar serta konkrit, makanya layak dibukukan,” ucapnya.

Dalam buku Moralitas Republikan, Willy menggambarkan apa-apa yang telah dilakukan Paloh. Sebuh pembuktian dan komitmen yang bukan hanya sekedar kata-kata dan teori saja. “Kondisi negara ini mengkhawatirkan, semangat Pak Surya Paloh harus disebarkan,” katanya.

Terdapat beberapa poin utama dalam buku yang ditulis Willy. Pertama, Surya Paloh mengajarkan berpolitik dengan kerelaan. Hal itu dibuktikan dengan kerelaan Paloh dalam mendukung Jokowi jadi presiden dengan semangat koalisi tanpa syarat.

Padahal waktu itu, Paloh ditawarkan untuk mendampingi Jokowi. Namun semua ditolak, jatah menteri pun tidak penting bagi Paloh. “Sementara ada partai lain yang tawarkan harus jadi Wapres, dan juga minta jatah menteri. Kalau masih ada yang bilang mana ada partai tanpa mahar, Nasdem telah buktikan,” ujar Willy.

Selain itu, buku ini untuk menggambarkan kepribadian Surya Paloh. “Sumber moral kita bukan hanya agama, tapi juga ada moral kebangsaan, taat pada negara. Inilah yang tercermin dari pak Surya Paloh,” kata Willy. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid