Narmada Punya “Durian Raja”, Sejarahnya Unik

DURIAN : Komplek kebun durian raja disamping kanan Taman Narmada (Rasinah Abdul Igit/Radar Lombok)

Mumpung lagi musim durian, ada baiknya mengenal belasan pohon durian varietas unik tidak jauh dari kompleks Taman Narmada di Kecamatan Narmada Lombok Barat. Selain memiliki rasa dan aroma yang khas, keunikan juga ada pada sejarahnya.

 

 


Rasinah Abdul Igit-LOBAR


 

“Dari cerita leluhur kami, umur pohon durian sama dengan usia taman narmada. Ditanam oleh raja Anak Agung Mataram,” kata Nengah (45), penjaga kebun duren raja beberapa waktu lalu mengawali pembicaraan dengan Radar Lombok.

Kebun durian raja terletak di samping kanan komplek Taman Narmada, tepatnya tidak jauh dari perkampungan penduduk melewati turunan dan jembatan kecil. Suasana sejuk sangat terasa ketika masuk ke lokasi kebun. Belasan pohon durian nampak sangat rimbun dan tua. Ada pemandian mata air di sisi utara kebun, dan sebuah pondok bambu di dekat pintu masuk. Pembeli bisa langsung menikmati durian di pondok itu. Penggemar durian hanya bisa mendapati dan mencicipi durian raja jika berkunjung langsung ke lokasi, sebab durian raja tidak dijual bebas di luar lokasi.

Menurut Nengah, sejumlah pejabat pemerintah Propinsi NTB dan Kabupaten Lombok Barat, kerap menikmati durian raja. Saat ini, dari 20 varietas durian peninggalan zaman raja, tinggal tersisa 13 varietas di kebun. Jumlah itu pun sebanyak jumlah pohonnya, satu pohon untuk satu varietas. Tiap varietas punya sifat dan kelebihan sendiri pada rasa dan aromanya. Tiap sifat dan kelebihan itu yang membuat tiap varietas memiliki nama yang unik.

[postingan number=3 tag=”features”]

Sebut saja, varietas Sigula, rasanya sangat manis walau aroma kurang tajam. Ada juga Tong Medaye, yang dalam bahasa Sasak berarti tak disangka, itu berbiji banyak dan bijinya kecil dengan daging tebal walaupun bentuknya kecil. Ada juga Kelasih berarti binatang Landak, bentuk buahnya mirip Landak karena mengkerut di bagian ujung. Isinya biasa hanya sedikit biji, tetapi ketebalan dagingnya bisa membuat puas penggemar durian. Dari total 13 varietas, empat diantaranya pernah menang dalam lomba durian tingkat nasional pada 2004 silam. Saat ini sedang dilakukan pembibitan kembali durian raja dengan cara okulasi.

Keunikan lain di kebun durian raja adalah karena yang berhak menjaga kebun dan menjual buah durian ditentukan melalui proses lelang oleh pihak banjar Peresak, Narmada. Bila musim durian tiba, pihak Banjar membuka proses lelang ke masyarakat umum. Siapa yang menawar dengan harga tertinggi berhak menjaga dan menjual durian raja selama empat bulan. Tapi tak selamanya penjaga dan penjual beruntung, sebab jika musim mendadak buruk diterpa angin kencang, mereka bisa merugi. Karenanya untuk membuat harga stabil durian tidak dijual keluar. Sebagian hasil lelang dipergunakan untuk keperluan pura dan kebutuhan kelompok lain yang menunjukkan harmonisnya hubungan warga Peresak keturunan Bali yang memeluk Hindu dengan warga Peresak asli Sasak yang Muslim.

Usia belasan pohon durian raja memang tak bisa dipastikan, tetapi berdasarkan penuturan warga sekitar pohon-pohon itu sudah ada sejak taman narmada dibangun. Tanda sejarah yang tertulis melalui simbol-simbol patung di kompleks taman narmada menyebut tahun 1705 Caka atau sekitar awal abad 18 pada hitungan tahun Masehi. Ketuaan itu nampak dari bentuk pohon durian raja yang rata-rata mencapai tinggi 45 meter dengan besar batang seukuran pelukan delapan orang dewasa.(*)