Narkoba Banyak Masuk ke Lombok Timur

Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Dit Resnarkoba Polda NTB memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Lombok Timur. Mengingat banyak narkoba yang kini masuk ke daerah ini. “Periode belakangan ini bukan hampir semua ya, 99 persen hasil temuan ini ramainya ke arah Lombok Timur,” ungkap Dit Resnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma, kemarin.

Asal barang rata-rata dari Batam, Medan dan Aceh. Selain dibawa oleh orang luar daerah, tidak sedikit juga warga Lombok Timur yang langsung mengambil barang dan membawanya masuk ke NTB. Terutama ke Lombok Timur. “Tetapi untuk narkoba tidak penting dia warga mana. Sepanjang barangnya masuk ke wilayah NTB maka korbannya adalah masyarakat NTB. Mau pelakunya seperti kemarin dari Aceh, Medan atau warga kita sendiri itu tidak penting,” ujarnya.

Baca Juga :  Kangen Orang Tua, Tahanan Narkoba Kabur

Untuk itu kata Helmi pihaknya selama ini tidak kenal lelah untuk mencegah barang haram ini beredar di NTB. Setiap informasi yang diberikan masyarakat selalu ditindaklanjuti. “Tim Opsnal sudah berhasil mencegah barang beredar hampir 1 kg pasca-Ramadan,” bebernya.

Barang ini kata Helmi diselundupkan melalui jalur udara maupun laut. Seperti yang dilakukan oleh empat warga Aik Mel, Lombok Timur pada akhir pekan kemarin. Keempatnya yaitu HA, 33 tahun dan  HJ, 41 tahun yang tertangkap membawa  sabu setengah kg di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid. Kemudian ada  MYM (24) dan MZA (16) yang tertangkap membawa sabu 2 ons di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. “Ini pertanggungjawaban kami kepada warga NTB yang memberikan informasi ke kami. “Jadi tidak ada yang sia-sia. Setiap informasi yang masuk pasti kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswi Dianiaya Orang tak Dikenal

Dengan berhasil dicegahnya barang tersebut beredar maka Dit Resnarkoba Polda NTB setidaknya berhasil menyelamatkan ribuan masyarakat dari bahaya narkoba. “Jika ditotalkan yang setengah kilogram saja bisa menyelamatkan masyarakat NTB sebanyak dua ribu orang lebih. Itu dengan perkiraan seorang memakai seperempat gram,” ujarnya.

Untuk pemakai narkoba di NTB kata Helmi  kini tak mengenal usia. Mulai dari anak-anak, dewasa hingga tua juga menjadi pemakai narkoba. “Ini konsumsi nya sampai orang-orang yang tidak kenal batas usia. Anak-anak SMA juga banyak,” ujarnya. (der)