Nama Mohan Dicatut di Dokumen Dukungan Calon Independen

Nama Mohan Dicatut
DUKUNGAN: Tim verifikasi KPU menemukan dukungan calon independen yang dinilai janggal.( SUDIR/RADAR LOMBOK)

KPU Masih Lakukan Verifikasi Faktual

MATARAM—Sejumlah kejanggalan dokumen dukungan ditemukan di KTP dukungan yang diserahkan calon independen untuk Pilwakot Mataram, Dianul Hayezi dan H Badrun Nadianto. Sejak penyerahan berkas, tim verifikasi KPU terus melakukan kroscek. Dimana dari beberapa hasil temuan, ada data dobel, maupun nama-nama pejabat yang dimasukkan. Untuk itu, tim verifikasi masih melakukan kroscek data dukungan.

Seperti nama Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, ternyata masuk dalam syarat dukungan yang diserahkan calon independen. Di formulir B.1-KWK, lengkap dengan surat pernyataan serta foto copy KTP. Namun berbeda di foto, serta NIK. Tapi alamat sama dengan H Mohan Roliskana, di dalam KTP tertera alamat Jalan Kali Brantas, Nomor 4, Karang Sukun, tanggal lahir sama 16-11-1972, pekerjaan petani. Termasuk juga ada kalangan pejabat lain yang dicatut namanya, seperti Sekjen KPU Kota Mataram, Uun Pujianto.

Menanggapi beberapa temuan itu, anggota komisioner divisi perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Mataram, Edy Putrawan, SH mengatakan, untuk verifikasi selanjutnya akan dilakukan secara sensus kalau tidak ditemukan, maka LO ya ngumpulin. “Kalau tidak ditemukan disatu tempat, baru kita cek. Kalau ada yang TMS tidak ada pergantian, yang ada pergantian yang tidak sesuai dengan alamat,” Katanya kepada Radar Lombok, Sabtu lalu (29/2).

Sebelumnya, pasangan peseorangan Dianul Hayezi dan H Badrun Nadianto menyerahkan dokumen dan syarat dukungan KTP sebanyak 26.272, dari syarat sebanyak 24.922. “Data sudah diterima, sebarannya di enam kecamatan. Verifikasi sampai bulan Maret, yang TMS disingkirkan dari dukungan,” jelasnya.

Terkait dengan adanya dugaan pemalsuan dokumen misalnya, maka dipersilahkan bagi yang merasa dirugikan untuk melapor. “Kita juga kerja sama dengan Dukcapil untuk verifikasi juga, terkait dengan keabsahan dukungan. Itu ranah perorangan, bukan dari KPU,” tegasnya seraya menambahkan, ada beberapa yang ditemukan dobel di Silon, tetapi dirubah. Ada ratusan yang dobel dari 26 ribu yang diserahkan.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Mataram, Hasan Basri mengatakan, untuk verifikasi beberapa temuan diselaraskan dengan KPU Kota Mataram. Termasuk soal KTP dobel, maupun beberapa dukungan yang dinilai janggal. “Kita terus pantau sampai penetapan,” katanya. (dir)