Nama Komisaris Bank NTB Syariah Dicatut untuk Pinjaman Miliaran Rupiah

MATARAM – Nama Komisaris Independen Bank NTB Syariah Hj Putu Selly Andayani dipalsukan oleh oknum untuk menarik sejumlah uang koperasi Bank NTB Syariah. Modusnya, pelaku memalsukan identitas Selly, seperti tanda tangan dan nomor WhatsApp untuk menarik sejumlah uang tersebut. Tak tanggung-tanggung, pelaku meminta pinjaman sebesar Rp2 miliar lewat Koperasi Bank NTB Syariah.

Namun, modus yang digunakan pelaku terendus usai pihak Koperasi Bank NTB Syariah melakukan konfirmasi kepada Selly.

“Saya ditelpon dari pihak Koperasi Bank NTB Syariah, ditanya apa betul memberikan rekomendasi untuk pencairan pinjaman atas nama Pak Made Mantre sebesar Rp2 miliar. Saya kaget. Saya jawab ndak ada,” ujar Selly, Sabtu (20/1).

Pihak Koperasi Bank NTB Syariah menerangkan bahwa surat rekomendasi yang memuat tanda tangan Selly juga menggunakan kop resmi surat dari Bank NTB Syariah.

“Soalnya di sini ada tanda tangannya bunda (Selly), tali itu kan bisa saja discan. Foto WA juga dipakai, tapi nomornya berbeda kan. Ini kan harus konfirmasi, nomor WA saya tidak sama,” jelasnya.

Selly menjelaskan bahwa pihak Bank NTB Syariah hampir saja memproses peminjaman uang tersebut. Pelaku juga menelpon Komari Subakir (Dirut Bank NTB lama) untuk meminta persetujuan. Padahal, Komari Subakir, bukan lagi Dirut Bank NTB, melain adalah H Kukuh Rahardjo.

“WhatsApp pihak koperasi Bank NTB Syariah diretas juga oleh hacker (pelaku),” terangnya.

Tak hanya itu, sepekan sebelumnya, dengan modus yang hampir sama, identitas Selly juga dipalsukan untuk peminjaman sejumlah uang pembelian emas PT Antam.

“Kemarin seminggu sebelumnya, nama saya dipakai juga buat minjam uang pembelian emas antam itu. Dipakai juga foto yang sama tapi nomor hp nya beda. Dipikir saya jual beli emas. Itu beredar. Saya klarifikasi,” jelasnya.

Selly meminta semua pihak untuk cerdas memverifikasi informasi. Ia merasa penting untuk mempublikasikan agar tidak terjadi lagi persitiwa serupa.

“Saya duga modus seperti ini masih akan digunakan. Saya harap semua cerdas dengan kondisi seperti ini. Saya koordinasi untuk mengusut siapa pelakunya,” pungkasnya. (luk)

Komentar Anda