Nama Kadis PUPR Dicatut untuk Minta Duit

Miftahurrahman (ALI/RADAR LOMBOK)
Advertisement

MATARAM —Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Miftahurrahman meradang, setelah mengetahui dan mendengar namanya dicatut oleh oknum untuk melakukan penipuan kepada beberapa pihak, seperti para kontraktor di Kota Mataram. “Iya ada yang mengaku dan jual nama saya. Ada yang minta uang ke kontraktor,” geram Miftah di Mataram, Jumat (17/7).

Kejadian tersebut diakuinya bukan yang pertama. Karena di bulan Maret lalu, juga ada yang mencatut namanya untuk meminta uang. Miftah pun sangat menyesalkan kejadian itu. “Bagaimana tidak kesal nama dicatut begitu sembarangan. Padahal saya tidak pernah sama sekali berbuat seperti itu,” katanya.

Ia baru mengetahui kejadian itu, setelah mendapatkan informasi langsung dari pihak yang dimintai uang. “Ada dua orang yang kebetulan hari ini konfirmasi ke saya langsung. Kebetulan mereka (kontraktor) tahu nomor saya yang asli,” ungkapnya.

Ia juga menerima informasi, oknum yang mencatut nama dirinya itu berinisial AR. Nomor yang digunakan untuk menelpon calon korban pun sudah diketahui. Karena itu, dia pun meminta siapa saja untuk waspada dan tidak terlalu percaya kalau ada permintaan oleh oknum. “Ini penting buat saya. Jangan digubris apa saja yang dia minta. Ini penipuan namanya,” tegasnya.

Miftah membeber modus yang coba dilakukan pelaku. Dimana oknum tersebut menghubungi calon korbannya melalui SMS. Kemudian memperkenalkan diri sebagai pegawai PUPR Kota Mataram. Setelah itu, pelaku meminta calon korbannya untuk menelpon. Lalu mengirimkan seolah-olah milik Kadis PUPR Kota Mataram. Padahal nomor tersebut bukan milik Kadis PUPR. “Itu modusnya dia kasih nomor untuk ditelpon. Padahal itu bukan nomor saya. Gak ada nama AR di PUPR Kota Mataram,” sesal Miftah.

Dia tentu saja kesal dan merasa dirugikan. Tapi tentang perlu tidaknya melapor ke kepolisian. Miftah mengaku masih menimbang beberapa hal. “Kalau tentang laporan saya mau lihat dulu perkembangannya,” imbuhnya.

Begitu juga dengan jumlah uang yang diminta kepada kontraktor oleh oknum yang mencatut namanya. Dirinya belum mendapat informasi besaran uang yang diminta. “Belum disebut jumlah dana. Cuma disuruh hubungi nomor handphone yang diberikan. Kemudian dia minta ketemu hari Rabu, minggu depan,” terangnya.

Miftah menjelaskan, upaya penipuan itu menyerang dirinya secara pribadi. Kredibilitasnya coba dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Karena itu, dia memastikan akan menindaklanjuti persoalan ini dengan serius. “Saya akan menunggu dulu informasinya seperti apa. Karena saya menunggu juga informasi dari teman-teman yang dihubungi oleh oknum ini,” pungkasnya. (gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid