Nama Bandara Lombok dan Pelabuhan Lembar akan Diganti

Nama Bandara Lombok dan Pelabuhan Lembar akan Diganti
PERGANTIAN NAMA: Pemprov NTB berencana segera mengusulkan pergantian nama Lombok Internasional Airport (LIA) dan pelabuhan Lembar ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). (Sigit Setyo/Radar Lombok)

MATARAM – Wacana pergantian nama Lombok Internasional Airport (LIA) dan pelabuhan Lembar semakin menguat.

Hal itu membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB akan segera menindaklanjutinya ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam waktu dekat. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H Rosiady Sayuti menyampaikan, sejak lama telah banyak aspirasi dari masyarakat yang meminta nama bandara diganti menjadi TGKH M Zainuddin Abdul Madjid. Apalagi setelah ditetapkannya sebagai pahlawan nasional. “Arahan Pak Gubernur agar aspirasi itu ditindaklanjuti dengan diusulkan ke Kementerian Perhubungan,” kata Rosiady usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD NTB, Senin kemarin (13/11).

BACA JUGA : BIL/LIA Diusulkan Ganti Nama Menjadi Bandara Internasional Datu Siledendeng Lombok

Selain nama bandara udara, pelabuhan Lembar juga akan diusulkan dengan nama pelabuhan Laksamana Madya HL Manambai Abdulkadir. “Kita targetkan sebelum tanggal 17 (Desember) sudah ada penetapan, sehingga bisa diresmikan tepat di hari ulang tahun NTB,” ujarnya.

Menurut Rosiady, perubahan nama Lembar yang diusulkan oleh anggota DPRD NTB dari Fraksi PPP Nurdin Ranggabarani, memiliki nilai positif. Gubernur juga tentunya sangat setuju, apalagi Laksamana Manambai Abdulkadir merupakan putra NTB yang pertama bisa menjadi jenderal angkatan laut.

Saat ini, pelabuhan di Indonesia juga jarang memiliki nama. Misalnya saja pelabuhan Tanjung Periuk dan pelabuhan Tanjung Perak. Itu artinya, NTB bisa menjadi inspirasi juga bagi yang lain. “Segera makanya kita akan usulkan secara resmi, rasanya tidak perlu kita bicarakan lagi dengan tokoh masyarakat disini,” ucapnya.

Dikatakan, perubahan nama bandara maupun pelabuhan sudah biasa jika menimbulkan prokontra. Orang yang tidak setuju, maka akan sulit juga diberikan pemahaman untuk setuju. “Tapi kan ini banyak yang lebih setuju,” katanya.

BACA JUGA :  Mengenal Endri Susanto, Mantan TKI Pendiri Endri Foundation

Apabila bandara menggunakan nama pahlawan, maka itu sebagai bentuk kebanggaan masyarakat NTB memiliki pahlawan nasional. Sudah seharusnya dimonumenkan sehingga bisa semakin dikenal. Mengingat, bandara juga jangkauannya internasional. Dengan begitu, nama TGKH M Zainuddin Abdul Madjid juga bisa semakin dikenal dunia.

Alasan pergantian nama, lanjut Rosiady, sudah sangat jelas. Para tokoh tersebut memiliki jasa yang sangat besar bagi masyarakat NTB dan juga bangsa Indonesia. Sehingga, sudah sewajarnya diberikan penghargaan yang layak. “Tadi usulan pak Nurdin di paripurna bagus dan gubernur pasti setuju,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani secara resmi mengusulkan perubahan kedua nama tersebut melalui rapat paripurna. Usulan langsung diserahkan ke pimpinan DPRD dan disaksikan langsung oleh Sekda Rosiady Sayuti.

Dalam kesempatan tersebut, Nurdin menjelaskan, TGKH M Zainuddin Abdul Madjid telah resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Sedangkan Laksamana Madya TNI HL Manambai Abdulkadir saat ini dalam proses pengusulan gelar pahlawan nasional. “Untuk menghormati jasa dan pengabdian kedua tokoh tersebut bagi bangsa dan negara, kami mengusulkan agar nama bandara dan pelabuhan kita dinamakan kedua tokoh tersebut,” uajr Nurdin.

BACA JUGA :  Perjuangan Dibalik Prestasi Juara Nasional Bumdes Lendang Nangka

Nurdin meminta agar usulan tersebut bisa segera ditindaklanjuti dan diproses. Dirinya yakin, mayoritas masyarakat NTB juga akan memebrikan persetujuan. Mengingat, tujuannya untuk mengingatkan masyarakat dan generasi kedepan atas jasa para pendahulunya. (zwr)