NAM Air Diharapkan Dongkrak Pariwisata NTB

NAM Air Diharapkan Dongkrak Pariwisata NTB
DIBUKA: Penerbangan perdana pesawat NAM Air saat berada di Bandara Internasional Lombok, Rabu kemarin (7/2). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Pesawat NAM Air Boeing 737-500 akhirnnya mulai mendarat di Bandara Internasional Lombok (BIL) Rabu kemarin (7/2).

Pesawat jurusan Lombok-Bima berkapasitas 120 penumpang terbagi dalam 8 kursi bisnis dan 112 kursi ekonomi, ini mendarat pertama kemarin. Sekaligus menjadi pembukaan penerbangan antardaerah pulau Provinsi NTB itu. Pada penerbangan perdana kemarin, pesawat dengan nomor penerbangan IN 653 ini datang dari Bima membawa 119 penumpang. Pesawat ini tiba di BIL pukul 12.40 Wita, dan berangkat kembali pukul 13.00 Wita dengan membawa 113 penumpang dari Lombok-Bima.

Direktur Umum Operasional NAM Air Kapten Daniel Aditia menerangkan, rute baru ini mulai dijalankan kemarin setelah sebelumnya pihaknya menjalin kerja sama dengan PT Angkasa Pura I BIL.  Setelah  sebelumnya BIL juga diketahui telah membuka rute Kuala Lumpur-Lombok pada tanggal 22 Februari 2018. “Ini penerbangan perdana kita sebagai alat transportasi yang murah dan mudah dijangkau oleh masyarakat,” ungkap Daniel saat peresmian pembukaan penerbangan NAM Air Lombok-Bima dan Bima-Lombok.

Pembukaan penerbangan perdana NAM Air jurusan Lombok-Bima dan Bima-Lombok ini dihadiri juga General Manager PT AP I BIL I Gusti Ngurah Ardita, General Manager Perum LPPNPI Cabang Pratama Lombok serta Dinas Budpar Provinsi NTB. ”Kita berharap dengan dibukanya rute penerbangan baru ini membuat pariwisata yang saat ini sedang maju bisa lebih menggeliat lagi,” harap Daniel.

BACA JUGA :  BNI Syariah Dukung Pengembangan Wisata Halal NTB

Dijelaskanya, penerbangan rute baru NAM Air tersebut didukung dengan banyak unggulan. NAM Air sendiri melayani dengan menggunakan armada pesawat Boeing 737 500 dengan kapasitas 120 kursi yang terdiri dari delapan kursi eksekutif kelas dan 112 untuk ekonomi kelas. Sedangkan untuk keamanan sendiri juga menjadi proritas yang harus dijamin terhadap penumpang. “Petugas awak maskapai juga sudah sangat terlatih.  Untuk itu, kami tentu akan memberikan pelayanan yang maksimal. Setelah kami meresmikan penerbangan ini, akan promosi satu bulan dengan harga tiket sekitar Rp 290 ribu dalam satu kali penerbangan,” jelasnya.

Penerbangan ini juga akan dikonektivitaskan untuk penerbangan dari dan ke Denpasar. Artinya, nanti pelanggan dari Denpasar dapat menuju Lombok via Bima, dan sebaliknya dari Lombok menuju Denpasar via Bima. Diharapkan dapat mempermudah serta mempersingkat waktu perjalanan pelanggan. “Dari pada melalui darat lebih baik melalui maskapai penerbangan, selain harga murah penumpang tidak akan capek karena harus menempuh perjalan yang cukup lama,” tandasnya.

Sementara itu GM PT Angkasa Pura I BIL Gusti Ngurah Ardita berharap dengan bertambahnya rute menuju Bima, ke depan dapat meningkatkan jumlah wisatawan di Pulau Lombok ataupun sebaliknya di Pulau Sumbawa, terutama Bima. Terlebih diketahui bahwa Pulau Sumbawa pun tak kalah indahnya dengan Pulau Lombok. “Saat ini jumlah penumpang menuju dan dari Bima ke Lombok telah mencapai 168.645 tahun 2017. Ini menunjukan tingginya aktivitas penerbangan menuju dan dari Bima,” ungkap Ardita.

Dijelaskan juga, jika saat ini telah dilakukan persiapan beberapa program pekerjaan untuk meningkatkan pelayanan serta fasilitas. Seperti pembangunan selasar dropzone, penambahan apron pesawat, penambahan taxiway dan perluasan terminal. Selain itu segera akan dibuka ruang tunggu lantai 3 pada Februari ini. “Hal itu tidak terlepas sebagai langkah antispasi meningkatnya penumpang tahun 2018 karena tahun 2017 jumlah penumpang meningkat 5 persen dari tahun 2016 menjadi 3.589.812 pax,” jelasnya. (cr-met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut