Nakes Puskesmas Cair

dr. Lalu Bahrudin (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Insentif tenaga kesehatan (nakes) puskesmas yang menangani covid-19 sudah cair. Jumlah insentif yang diterima setiap Puskesmas bervariasi sesuai laporan pengajuan SPJ.
Insentif ini untuk tiga bulan dari Maret-Mei. Tahap selanjutnya masih menunggu transfer pemerintah pusat. “Realisasi insentif nakes sudah tersampaikan ke masing-masing puskesmas. Nominal yang diterima setiap puskesmas sesuai pengajuan yang dilengkapi oleh data-data lalu divalidasi sehingga baru dianggap layak menerima insentif,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan KLU dr. Lalu Bahrudin.
Ada delapan puskesmas yang mencairkan antara lain Puskesmas Bayan Rp 60 juta lebih, Puskesmas Senaru Rp 48 juta lebih, Puskesmas Santong Rp 73 juta lebih, Puskesmas Kayangan Rp 70 juta lebih, Puskesmas Gangga Rp 43 juta lebih, Puskesmas Tanjung Rp 104 juta lebih, Puskesmas Pemenang Rp 65 juta lebih, dan Puskesmas Nipah Rp 48 juta lebih. “Sebelum ditransferkan, terlebih dahulu dilakukan validasi,” terangnya.
Untuk pembagian ke nakes, diserahkan ke manajemen puskesmas. Pembagian dilakukan sesuai bukti dalam penanganan covid-19. Besaran insentif yang diterima nakes bervariasi tergantung pelayanan, serta kategori profesi. “Pembagian dilakukan puskesmas,” jelasnya.
RSUD sendiri mengajukan insentif nakes mencapai Rp 1 miliar lebih. Tergolong banyak karena dokter spesialis juga banyak. Di samping banyaknya jumlah nakes di BLUD itu. “RSUD saat ini masih verifikasi dan validasi, lagi sebentar bisa dicairkan,” katanya.
Terkait waktu pencairan tahap berikutnya, belum bisa dipastikan. Sebab pemberian insentif tergantung transfer pemerintah pusat. “Tahap berikutnya kita menunggu. Jika ada diberikan lagi kita akan sampaikan ke Puskesmas dan RSUD,” imbuhnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaTerjadi Disparitas Tuntutan Kasus OTT
Berita berikutnyaDewan Sayangkan Lotim Gagal Dapat Hibah Dari Kemenparekraf