Najmul Sebaiknya Fokus di KLU

Najmul Ahyar

MATARAM–Adanya dukungan dan desakan bagi Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Najmul Ahyar, agar maju berlaga dalam kontestasi pilkada NTB 2018 mendapat tanggapan kalangan akademisi dan politisi. Sosok Najmul disarankan tetap focus di daerah yang baru dipimpinnya.

Pengamat Politik NTB, Agus MSi mengungkapkan, keputusan maju atau tidak di pilkada  adalah hak politik Najmul sendiri.  "Konstitusi kita juga tidak melarang politisi untuk berkarir termasuk jika ingin naik kelas dari bupati menjadi gubernur," kata dosen UIN Mataram, kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (10/1).

Namun melihat KLU yang sedang berkembang sebagai kabupaten termuda, menurut Agus, sebaiknya Najmul Ahyar fokus dulu sebagai bupati KLU. Maasyarakat KLU pun masih memiliki harapan dari Najmul Ahyar untuk mempercepat pembangunan KLU. Ada banyak masalah di KLU, misalnya soal anggaran pendidikan yang masih rendah, soal pelayanan kesehatan, soal pembangunan sarana dan peasarana pariwisata yang sangat lemah. Dan masih banyak hal lain.

"Jadi sebaiknya Najmul selesaikan dulu masalah-masalah itu sambil belajar untuk menjadi gubernur di masa depan," ungkap mantan komisioner KPU NTB.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Mataram, Prof Galang Asmara mengatakan, keputusan Najmul Ahyar maju atau tidak bertarung di Pilkada NTB kembali kepada dirinya sendiri. Andai memang Najmul Ahyar merasa dedikasi dan pengabdian masih sangat diperlukan dan dibutuhkan bagi KLU, sebaiknya tetap fokus dan berkonsentrasi menuntaskan masa jabatan sebagai Bupati KLU selama periode 5 tahun kedepan.

Namun jika Najmul Ahyar merasa pengabdian dan dedikasi sangat dibutuhkan dan diperlukan di tingkat provinsi, menurutnya, Najmul Ahyar memiliki hak konstitusi sebagai warga negara untuk maju berlaga dalam memperebutkan kursi NTB 1. "Saya kira semua kembali kepada keterpanggilan memberikan terbaik bagi daerah dan bangsa," ucapnya.

Menurutnya, ada dukungan dan desakan baik parpol maupun sejumlah kelompok masyarakat kepada Najmul Ahyar agar maju berkontestasi di pilkada NTB 2018.

[postingan number=3 tag=”politik”]

Hal itu tidak terlepas dari kelebihan, kemampuan, dedikasi, kapabilitas, dan kompetensi dari Najmul Ahyar. Dengan kemampuan dan kelebihan yang dimiliki Najmul Ahyar dinilai sebagai modal baginya dalam memimpin NTB.

Misalnya, sosok Najmul Ahyar sebagai tuan guru, akademisi dan politisi. Dengan kombinasi sosok yang dimiliki Najmul Ahyar dinilai sangat cocok melanjutkan kepemimpinan Gubernur TGH Zainul Majdi.

Kendati demikian, ia berharap, Najmul Ahyar sebaiknya berkonsentrasi dan fokus membangun dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat KLU. Dengan usia yang masih sangat muda, Najmul Ahyar masih memiliki karir politik cukup panjang. Oleh karena itu, Najmul Ahyar harus menunjukkan kinerja terbaik dalam mendorong dan memajukan kabupaten termuda di NTB tersebut. (yan)