Najmul Optimis Didukung Golkar

H Najmul Akhyar (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)
H Najmul Akhyar (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)
Advertisement

MATARAM – Arah dukungan Partai Golkar untuk pilkada Lombok Tengah dan Lombok Utara, masih menjadi teka-teki. Semuanya masih dinamis mengingat kedua daerah ini belum mendapatkan surat keputusan (SK) penetapan sementara untuk penetapan balon kada.

Berbeda halnya dengan empat daerah lainnya yang akan melaksanakan pilkada. Semuanya sudah mengantongi SK penetapan sementara balon kada. Dan, khusus untuk pilkada Dompu, balon kadanya sudah mengantongi SK tugas. ‘’Mengerucutnya arah dukungan Partai Golkar di pilkada KLU dan Lombok Tengah masih sangat tergantung dari hasil survei simulasi berpasangan elektabilitas dan popularitas pasangan balon kada,’’ ujar Korwil DPP Partai Golkar NTB, Sari Yuliati, Rabu (17/6).

Sari mengaku, Partai Golkar sudah menjadwalkan survei internal untuk dua daerah ini pada Juli mendatang. Survei ini dilengkapi dengan pasangan balon yang akan diusung. Nah, dari hasil survei itulah nanti akan dijadikan telaahan dan pertimbangan DPP dalam menentukan dan menetapkan arah dukungan.

Sari juga mengakui, Golkar hanya mengajukan paket Pathul-Nursiah untuk pilkada Lombok Tengah. Itu artinya, Golkar kemungkinan tak ada pilihan jika tak ada pasangan balon lain. Berbeda halnya dengan pilkada Lombok Utara, DPD II Partai Golkar setempat mengajukan tiga balon bupati. Yakni, Najmul Akhyar, Djohan Sjamsu, dan Sarifudin.

DPP Golkar sendiri sudah memanggil tiga balon bupati asal Lombok Utara itu, belum lama ini. Mereka sudah menyatakan kesiapan untuk menggunakan Partai Golkar sebagai kendaraan politik di pilkada 9 Desember 2020. ‘’Tapi semuanya masih menunggu hasil survei,’’ ulas anggota DPR RI dapil Pulau Lombok ini.

Namun demikian, sambung Sari, Partai Golkar memberikan prioritas kepada kader internal untuk diusung di pilkada Lombok Tengah dan Lombok Utara. Karena itu, figur dari luar itu ditargetkan diberikan KTA Partai Golkar. Sehingga dipastikan Golkar bisa mengusung paket paslon di pilkada. ‘’Kader tetap jadi prioritas,’’ imbuhnya.

Sari kembali mengulas, Desk Pilkada DPP Partai Golkar sudah menerbitkan SK penetapan sementara kepada empat paket paslon. Yakni, paket Mohan Roliskana-TGH Mujiburahman untuk pilkada Kota Mataram, HW Musyafirin-Fud Syaifuddin untuk pilkada Sumbawa Barat, Mahmud Abdullah-Dewi Noviani untuk pilkada Sumbawa, dan Indah Damayanti Putri-Dahlan M. Noer untuk pilkada Kabupaten Bima.

Dengan sudah dikantongi SK sementara penetapan tersebut, maka dipastikan DPP Partai Golkar hanya tinggal menerbitkan SK dukungan final terhadap balon kada. Artinya, kandidat paket balon kada itu sudah dinyatakan memenuhi persyaratan oleh desk pilkada DPP untuk diusung di pilkada. Baik dari sisi persyaratan koalisi partai dan lainnya. ‘’Status SK penetapan sementara lebih tingkat dari SK tugas,’’ jelasnya.

Adapun SK tugas terkait perintah ke paket balon kada itu untuk mencari parpol koalisi di pilkada. Pasalnya, di sejumlah daerah Golkar tidak bisa mengusung paket paslon sendiri. Sehingga harus ada parpol koalisi di pilkada. Hanya pilkada Dompu diberikan SK tugas ke paket Syaifurrahman Salman-Chika Febrianti. ‘’Jika nanti balon kada itu sudah melaksanakan baik surat tugas itu, baru kita terbitkan SK penetapan sementara,’’ pungkasnya.

Sementara itu, balon petahana Lombok Utara, H Najmul Akhyar yang dikonfirmasi mengaku optimis diusung Partai Golkar. Keyakinan itu disampaikan Ahyar karena masih memegang hasil pleno di tingkat DPD I Golkar NTB. Pleno itu dihadiri langsung Ketua DPD I NTB, HM Suhaili FT. “Saya tetap optimis mendapatkan dukungan Golkar. Pada pleno di tingkat DPD I Golkar NTB, saya ikut hadir,” kata Najmul, Rabu (17/6).  

Ia menganggap Golkar itu selalu rasional dan proporsional dalam mengambil keputusan. Jika pun terjadi perubahan seperti disampaikan itu, menurutnya, bagian dari dinamika politik yang sedang terjadi. Baginya terlalu pagi Golkar bilang belum memenuhi persyaratan karena belum ada verifikasi lebih lanjut. “Jika ada perubahan, itu haknya Ketua Golkar,” tukasnya.

Terkait posisi wakil, Najmul justru membawa amanat dari Golkar. Waktu pleno, Golkar mengamanatkan untuk menggandeng kader internal Golkar. Dari situlah muncul nama Mariadi, salah seorang kader Golkar terbaik di KLU.

Namun, setelah dilakukan pembicaraan, Mariadi ternyata tak bersedia untuk maju di pilkada 2020. Karena kesulitan mencari kader lain untuk bisa membantu kemenangan, Najmul pun mengambil alternatif kedua. Yaitu mengambil nonkader yang bersedia menjadi kader Golkar. ‘’Sesuai hasil istikharah kemudian diputuskan Sekda Lombok Utara, H Suardi. Setelah ada keputusan itu, kami sampaikan ke Golkar,” terangnya.

Kata Najmul, wakil pilihan ini juga dilakukan berdasarkan saran dari Ketua DPD I Golkar NTB, HM Suhaili FT. ‘’Silakan memilih calon wakil sendiri yang bisa diajak bekerja selama lima tahun,’’ beber Najmul mengutip saran HM Suhaili FT.

Atas dasar itulah, secara internal kemudian memutuskan H Suardi. Keputusan memilih Suardi sudah final dan tidak bisa diganggu-gugat. Terkait ketidaksregan terhadap wakil pilihan, tentu dikembalikan kepada Golkar. “Untuk keputusan wakil sudah final. Soal pilihan saya silakan Golkar yang menilai,” serahnya.

Pendaftaran Pilkada akan berlangsung bulan September atau sekitar dua bulan lebih. Najmul tetap membangun komunikasi politik dengan partai lainnya. Saat ini, Najmul-Suardi sudah mendapatkan dukungan tiga partai yaitu Demokrat, PAN, dan PPP. “Kita terus membangun komunikasi politik dengan partai politik,” tandasnya. (flo)