Najmul Berharap Sejumlah Program Dilanjutkan di Era JODA

OPEN HOUSE: Bupati KLU Najmul Akhyar saat melakukan open house di masa akhir jabatan, Selasa (16/2) kemarin. (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG — Najmul Akhyar dan Sarifudin resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati dan Wabup Kabupaten Lombok Utara (KLU) per 16 Februari 2021. Secara khusus, Najmul menggelar open house di rumahnya, kemarin. “Alhamdulillah, hari ini (kemarin) kami menyelesaikan tugas sebagai kepala daerah dengan cara yang baik. Perlu kami sampaikan kepada masyarakat yang telah mendukung roda pemerintahan selama menjabat, masyarakat sudah merasakan manfaatnya. Semua itu tercapai berkat dukungan masyarakat,” ungkap Najmul kepada wartawan saat open house di rumah pribadinya di Dusun Menggala, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Selasa (16/2).

Bagi masyarakat yang kurang merasakan manfaat terhadap program yang ada, Najmul memohon maaf atas hal tersebut. Ia menyadari betul bahwa dalam setiap kebijakan pasti terdapat kekurangan. Untuk program-program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat diharapkan dilanjutkan pada masa kepemimpinan Djohan Sjamsu-Danny Karter Febrianto Ridawan (JODA) yang akan dilantik akhir Februari ini. “Jika ada keliruan bisa dievaluasi sehingga bisa diperbaiki,” harapnya.

Sebelum mengakhiri jabatan, Najmul melakukan roadshow ke lima kecamatan. Dari sana ia menyerap aspirasi masyarakat. Mereka meminta agar program-program seperti ambulans desa, dokter desa, pendidikan berkeadilan serta bansos agar dilanjutkan dan ditingkatkan.

Najmul berharap, agar program-program dimaksud tidak dianggap sebagai warisan politik semata, karena jika dipandang demikian maka roda pemerintahan sulit berjalan baik. Begitu juga dengan antar-pendukung saat Pilkada lalu. Diharapkan tidak ada sekat lagi. “Mari hilangkan ruang-ruang pemisah pada saat terjadi di Pilkada, sudah saatnya bersatu padu tanpa melihat perbedaan,” terangnya.

Seperti diketahui, Najmul Akhyar didampingi Sarifudin sudah menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020 di hadapan Anggota DPRD KLU, Senin (15/2).

Dalam kesempatan itu disampaikan PR yang belum terselesaikan. Misalnya pemulihan pascagempa 2018. Sektor yang paling masif mengalami kerusakan yakni rumah warga sebanyak 55.710. Yang sudah mampu dituntaskan 76,88 persen atau 42.831 per 31 Desember 2020. Kemudian, laju pertumbuhan ekonomi pada 2018 turun drastis menjadi 0,86, dari sebelumnya 6,14 pada 2017. Pertumbuhan ekonomi kembali naik bertahap 5,92 atau menjadi 6,78 pada 2020.

Kemudain dari capaian-capaian itu masih menyisakan angka kemiskinan cukup tinggi yaitu 26,99 persen pada 2020; turun 2,40 persen dari 29,03 persen pada 2019. (flo)