Naja, Siswa Inklusi yang Hafal Alquran 30 Juz

HAFIZ-CILIK
Hafiz Cilik : Muhammad Naja Hudia Afifurrahman bersama ibundanya saat hadir di salah satu acara di Ponpes Al-Muini Desa Sesela Kecamatan Gunungsari Lombok Barat. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Libur tampil di acara Hafiz Indonesia 2019 yang ditayangkan salah satu televisi swasta, siswa inklusi asal Kota Mataram, Muhammad Naja Hudia Afifurrahman, berkesempatan pulang kampung. Penghafal Alquran 30 juz ini memanfaatkan waktu bersilaturahmi ke salah satu pondok pesantren di Lombok Barat yakni Ponpes Al-Muini Desa Sesela Kecamatan Gunungsari, Kamis (16/5). Naja mengikuti acara buka puasa bersama dengan para pengurus BMPD, IWABA dan PERBANAS yang sedang melaksanakan bakti sosial di Ponpes Al-Muini.

Di ponpes ini Naja disambut para santri dan ibu-ibu IWABA. Mereka mengetes hafalan Naja. Ia membacakan salah satu ayat dalam surat Alquran lengkap dengan menyebut nama surat, nomor ayat dan halamannya. Ia membaca Alquran dengan fasih. Para hadirin kagum dengan kemampuan Naja. Usianya baru 9 tahun dan menderita pelemahan saraf, namun sudah hafal 30 juz Alquran.” Sungguh luar biasa kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepada anak ini,” ungkap seorang pengurus ponpes, Lalu Purnawan penuh kagum.

BACA JUGA: KISAH MEREKA YANG MENDAPAT HIDAYAH ISLAM: Akbar Swarjaya Ibrahim, Sering Lihat Tetangga Salat

Ibunda Naja, Dahlia Andayani, menuturkan, saat ini Naja sedang libur sehingga bisa pulang ke Mataram. Dalam acara di televisi yang diikutinya, Naja sudah berhasil masuk 14 besar.”Sekarang lagi libur, Naja sudah masuk 14 besar Hafiz Indonesiaa,” tuturnya.

Saat ini Naja sekolah di Lentera Hati Islamic Boarding School.Dahlia menuturkan, Naja bisa ikut di acara Hafiz Indonesia atas inisiatif dirinya sendiri sebagai orang tua. Ia bersyukur diberikan anak seperti Naja.”Saya bangga dengan Naja, umur sembilan tahun dengan kondisi sekarang ini sudah hafal 30 juz,” ungkapnya.

BACA JUGA: Trik Pedagang Nasi Kelabui Petugas di Bulan Ramadan

Ia tidak berharap anaknya menjadi juara. Yang penting anaknya bisa tampil agar bisa memberikan inspirasi kepada masyarakat agar setiap anak dekat dengan kitab suci.”Apa alasannya lagi menunda anak hafal Alquran. Si Naja aja dalam kondisi seperti ini bisa hafal Alquran, ini pesan saya sebenarnya,” ungkapnya.

Setelah Naja tampil di TV, semua keluarganya termotivasi, termasuk kedua saudaranya. Mereka termotivasi menjadi hafiz.”Tidak hanya di Mataram, mungkin seluruh Indonesia terinspirasi dengan Naja,” tutupnya.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid