Muzihir Target Rebut Ketua DPRD NTB

Muzihir (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Hampir semua partai politik (parpol) telah mematok target dalam menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) 2024. Tidak terkecuali Partai Persatuan Pembangunan (PPP) NTB.

Ketua DPW PPP NTB Muzihir mengaku, pihaknya membidik kursi Ketua DPRD NTB pada Pileg 2024. Artinya, PPP NTB menargetkan untuk bisa menjadi parpol pemenang. “Target kita kader PPP harus jadi Ketua DPRD NTB,” ungkap Wakil Ketua DPRD NTB ini, Selasa kemarin (25/10).

Diungkapkan, Pada pileg 2019 lalu, PPP menempati posisi tiga besar raihan suara di NTB. Sehingga berhak menempatkan kader menjadi salah satu unsur pimpinan. Sesuai arahan DPP, raihan kursi yang diperoleh PPP pada Pileg 2024 harus ada peningkatan dibandingkan Pileg 2019. Jika raihan kursi yang diperoleh sama, maka pihaknya dianggap gagal oleh DPP. Sebab itu, harus bisa menambah raihan kursi. “Saat ini kita punya raihan kursi 8 di DPRD NTB. Pada Pileg 2024 harus bertambah, target kita 10 kursi,” terangnya.

Baca Juga :  Usulan PAW Diproses, Jalaludin Gugat Gubernur di PN Mataram

Dengan hasil maksimal pada Pileg 2024, tentu akan lebih memudahkan langkah parpol berlambang kakbah ini dalam menghadapi Pilkada NTB 2024. Jika hasil Pileg maksimal, maka PPP akan bisa mengusung kader terbaik untuk maju sebagai calon gubernur atau calon wakil gubernur.

Apalagi DPP menghendaki agar kader maju sebagai kepala daerah, dengan syarat harus mampu memenangkan partai pada Pileg 2024. “Jika hasil pileg maksimal, tentu akan lebih mudah bangun koalisi. Dan siapa yang mau diusung, tentu kita minta harus menjadi kader PPP,” tandasnya.

Baca Juga :  Sukiman Maju Pilkada NTB Melalui Jalur Independen

Lebih lanjut, untuk memaksimalkan konsolidasi dan kerja-kerja politik jelang Pileg 2024, pihaknya akan melakukan revisi kepengurusan, baik di tingkat DPW dan DPD kabupaten/kota. Pihaknya akan melakukan revisi atau pergantian terhadap sejumlah pengurus yang dinilai tidak aktif, meninggal dunia dan sebab lainnya. “Karena kita ingin hasil maksimal sehingga semua sumber daya akan dipergunakan,” imbuhnya.

Ia menyakini, kisruh yang sempat terjadi di DPP dengan dicopotnya Suharso Monoarfa dan diganti Muhammad Mardiono, tidak memengaruhi parpol berlambang kakbah itu dalam menghadapi Pemilu 2024. “Tidak ada pengaruhnya. Karena kami tetap solid,” lugasnya. (yan)

Komentar Anda