Mutiara Lombok Bidik Pasar Australia, Swiss dan Dubai

KURASI MUTIARA: Sejumlah perajin mutiara Lombok mulai menyiapkan produk mereka untuk mengikuti ekspor di sejumlah negara.(DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK )

MATARAM – Perajin mutiara Lombok akan menyasar tiga pasar luar negeri, karena ada permintaan dari Australia, Swiss dan Dubai. Mereka yang mengekspor ini dalam tahapan kurasi, ada sebanyak 16 perajin mutiara Lombok.

Wakil Ketua Umum II bidang pemberdayaan perempuan Kadin NTB Hj Baiq Diah Ratu Ganefi mengatakan, ada beberapa perajin mutiara dikurasi, khususnya pada perajin perempuan. Karena pasarnya yang diminta oleh Kadin Indonesia adalah Australia, Swiss dan Dubai. Kemudian, ada juga mengisi Rumah Indonesia di Jakarta dan membuka gerai di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid  (BIZAM) Lombok.

“Pelaku usaha yang bergabung ini ada 16 orang, semua perempuan dan produknya bagus-bagus, sudah layak untuk ekspor,” kata Baiq Diah Ratu Ganefi.

BACA JUGA :  PHK Tinggi, Klaim BPJamsostek Meningkat

Rencana untuk ekspor produk mutiara ini akan dilakukan mulai tahun 2022 mendatang. Sekarang ini tengah mencoba untuk mengikuti pameran yang di fasilitasi oleh Jakarta. Diharapkan dari perajin mutiara yang telah dikurasi dan sudah punya produk nanti yang akan dibawa untuk ekspor. Hanya ada beberapa akan ekspor, tapi dari 16 ini akan bagi. Ada yang ekspor ke Sidney Australia, Swiss dan Dubai, dan bisa hanya di BIZAM Lombok.

Nantinya pelaku usaha mutiara Lombok yang ekspor ini akan mengisi gerai-gerai Indonesia atau Rumah Indonesia yang ada di negara tujuan tersebut. Disamping itu ada juga koordinasi dengan Dewan Pengawas Perajin Perempuan dan pembinanya yang ada berusaha agar barang-barang ini bisa langsung di pasarkan.

BACA JUGA :  Pelaku Usaha Minta Bantuan Stimulus dari Pemerintah

“Menurut rencana akan dipasarkan di 10 negara. Harapannya ini akan bisa berdampak terhadap ekonomi dengan mutiara di ekspor,” terangnya.

Dikatakannya, standar untuk kurasi pada mutiara yang akan di ekspor, yakni mutu, desain, original milik perajin itu sendiri dan bukan orang lain. Terutama pada kualitas barangnya, karena produknya akan di ekspor dan harus sudah berstandar. Karena itu, Asosiasi Perajin Perempuan NTB dibentuk agar bisa mendampingi para perajin perempuan untuk meningkatkan kualitas, produk dan sebagainya.

“Jadi yang kurator ada teman- teman dari Deskranasda, desainer, IWAPI, dan pelaku usaha yang usahanya besar bisa bergabung kalau mau,” tandasnya. (dev)