Mutasi Pemkab Loteng, 11 Pejabat Digeser, 9 Eselon II Kosong

DILANTIK: Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri saat melantik sebelas pejabat eselon II di kantor bupati setempat, Senin (6/9). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Pemerintahan Bupati H Lalu Pathul Bahri dan Wabup HM Nursiah melakukan mutasi perdananya dengan menyasar 11 pejabat eselon II, Senin (6/9). Cuma saja, tak ada yang spesial dalam mutasi perdana ini. Wajah lama para pejabat eselon II ini masih menghiasi dinding birokrasi Pemerintahan Pathul-Nursiah.

Mereka hanya sebatas berubah posisi saja, bahkan ada sebatas ditukar posisi saja. Pathul-Nursiah hanya sebatas bongkar pasang kembali terhadap para pejabatnya. Tak ada satu pun wajah lama dipasang dalam untuk menguatkan tembok birokrasi pemerintahannya.

Bahkan, setidaknya ada sembilan posisi jabatan eselon II masih dibiarkan kosong. Di antaranya posisi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Kepala Dinas Perumahanan dan Permukiman (Perkim), Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Sekretaris DPRD (Sekwan), Dinas Kesehatan (Dikes), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Sedangkan 11 pejabat yang digeser posisi jabatannya, yaitu Kepala akesbangpoldagri, Masnun dipercaya sebagai Asisten II. Sedangkan Kepala Bakesbangpoldagri dipercayakan kepada Murdi, yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik. Sementara H Moh Nazili yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dipercayakan memegang jabatan baru sebagai Asisten III. Sedangkan Kepala BKPP dipercayakan kepada Lalu Wardihan Supriadi yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

BACA JUGA :  Loteng Pamer Prestasi Malam Tahun Baru

Kemudian M Amir Ali yang sebelumnya mebjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diangkat dalam jabatan baru sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik. H Lalu Idham Halid yang sebelumnya menjabat Asisten III diangkat dalam jabatan baru sebagai Inspektur pada Inspektorat. Jalaludin yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) diangkat dalam jabatan baru sebagai Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda). Sedangkan Kepala Bapennda sebelumnya, H Lalu Karyawan dipercayakan sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Selanjutnya Baiq Sri Hastuti Handayani yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Sosial (Dinsos) dilantik menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). Posisinya ditukar dengan H Muliardi Yunus yang sebelumnya menjabat Kepala DP3AP2KB kini ditukar menjadi Kepala Dinsos. Sementara Lalu Rahadian yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perumahanan dan Permukiman (Perkim) dilantik menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemkab Lombok Tengah ini dilakukan berdasarkan SK Bupati Lombok Tengah Nomor 205 Tahun 2021 tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkup Pemkab Lombok Tengah.

BACA JUGA :  Baliho Desain Poltekpar di Desa Puyung Dibakar

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri dalam sambutannya berharap, para pejebat eselon II yang sudah dilantik ini bisa segera bekerja maksimal memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mereka juga diharapkan segera melakukan terobosan-terobosan di tempat tugas barunya. “Para pejabat yang sudah dilantik agar bisa membangun birokrasi yang lebih baik. Harapan besar kami agar yang sudah dilantik untuk mencari berkah di tempat baru. Karena dengan begitu, maka pasti apa yang dihajatkan akan tercapai,” ungkap Lalu Pathul Bahri.

Ditegaskan Pathul, sebagai pejabat tinggi maka harus bisa bekerja sebaik mungkin. Mereka tidak hanya dituntut untuk membangun sistem yang kuat dan solid, tapi mereka juga dituntut untuk berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Budaya copy paste program kami tekankan tidak berlaku lagi, tapi harus melakukan kajian penting dalam SKPD yang ditempati. Yang perlu kami tegaskan juga bahwa rencana ini sudah cukup lama dan berbagai dinamika kami hadapi. Tapi kalau kita tidak hadapi maka semua akan lemah. Dalam pelantikan ini pasti ada kecewa tapi pasti ada berkahnya,” terangnya. (met)