Mutasi Guru Lombok Timur Dinilai Kacau

Guru Terancam Tak Dapat Tunjangan Sertifikasi

Ilustrasi Mutasi Guru
Ilustrasi Mutasi

SELONG—Mutasi yang dilakukan pada hari Rabu lalu (18/10), terhadap para guru di lingkungan Dikbud Lotim mendapat banyak sorotan. Pasalnya, mutasi yang dikhususkan bagi para guru itu dinilai tidak sesuai aturan, dan banyak merugikan guru serta sekolah.

”Mutasi ini tidak terkonsep dan kacau, serta merugikan guru dan juga sekolah,” kata salah satu guru, Widayat, S.Pd, Minggu kemarin (22/10).

Dipaparkan bahwa salah satu sekolah yang menjadi korban adalah SMPN 5 Pringgabaya. Sekolah yang berada di Pringgabaya Utara ini telah memiliki dua guru IPS untuk 10 kelas. Namun pada mutasi justeru sekolah ini mendapatkan tambahan guru IPS baru pindahan dari SMPN 3 Suela.

Sehingga siswa yang hanya berjumlah 10 kelas akan diajar oleh tiga orang guru yang semuanya telah bersertifikasi. Sementara dua guru saja tidak bisa memenuhi 48 jam, melainkan hanya 40 jam. Bagaimana kemudian 40 jam itu akan dibagi oleh tiga guru bersertifikasi.

BACA JUGA :  INOVASI Bantu Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar di NTB

Hal ini tentu saja akan sangat merugikan para guru yang sertifikasinya terancam tidak terbayarkan. Tidak itu saja, guru suatu mata pelajaran satu-satunya di suatu sekolah juga di mutasi. Akibatnya tidak ada guru mata pelajaran tersebut di sekolah itu, dan ini tentu sangat merugikan siswa. ”Bagaimana jam mengajar bisa terpenuhi 24 jam, jika 10 kelas harus diisi tiga orang guru yang semuanya telah bersertifikasi,” jelasnya.

Hal serupa dikatakan juga terjadi pada sekolah di kecamatan lain, dan tidak saja di Pringgabaya. Sehingga dia sangat menyayangkan pelaksanaan mutasi yang merugikan para guru dan juga sekolah ini.

Menurutnya, mutasi bagi PNS hanya boleh dilakukan oleh Bupati atau Sekda dan BKD berdasar perintah dari Bupati. ”Jadi mestinya Kadis Dikbud tidak boleh mengadakan nota tugas seperti ini,” paparnya seraya menyampaikan, dengan kondisi seperti ini, dia yakin bahwa Bupati akan marah bila mengetahui.

Terlebih bahwa aturannya sekarang ini tidak boleh dilakukan mutasi berdasarkan peraturan yang dikeluarkan Panwaslu. Sehingga mutasi dengan berdasar pada nota tugas ini dikatakan bertentangan dengan aturan yang ada. ”Jadi jelas sekali bahwa pelaksanaan mutasi ini tidak terkonsep, dan merugikan kami para guru, bahkan sekolah,” ulangnya.

Sementara itu, Korwas SMP Dikbud Lotim juga menyayangkan pelaksanaan mutasi yang dinilai banyak pihak tidak sesuai dengan aturan. ”Mestinya itu juga bagian dari Tupoksi kami. Akan tetapi kami sama sekali tidak tahu,” kata Koordinator Pengawas SMP Dikbud Lotim, H. Zainuddin.

Pihaknya mengaku tidak mengetahui konsep pelaksanaan mutasi ini, yang dikatakan memang merugikan guru dan juga sekolah, bahkan juga siswa. Pengawas dikatakan tentu paling tahu tentang kondisi guru dan suatu sekolah. Sehingga dalam pelaksanaan mutasi ini semestinya peran dan Tupoksi pengawas lebih ditingkatkan.

”Ini merupakan surat keputusan sementara, dan ini tentu sangat tidak tepat. Semestinya surat keputusan berlaku tidak untuk sementara. Sehingga kami bingung dengan mutasi ini,” ungkapnya.

Bahwa aturan mutasi itu harus menguntungkan semua pihak, guru, sekolah bahkan siswa. Disamping itu mutasi tidak akan menambah beban, beban kerja, psikis, atau bahkan beban ekonomi, lantaran harus bertugas pada tempat yang lebih jauh.

BACA JUGA :  Kisah Polisi Pahlawan Pendidikan yang Diundang ke Istana Negara

Setiap pelaksanaan mutasi ini sebenarnya telah banyak menimbulkan persoalan sebelumnya. Misalnya guru yang di mutasi bingung harus berinduk pada sekolah yang mana. Bahkan pengawas kemudian bingung dengan pengaturan jam bagi pemenuhan jam sertifikasi bagi guru sebuah sekolah dan sebagainya.

Kini malah dengan mutasi yang ditengarai melanggar aturan ini justeru lebih parah, dan semakin menambah beban bagi para guru yang terkena mutasi. Sehingga konsep mutasi yang seharusnya mempermudah, mendekatkan, dan pemerataan, justeru tidak terpenuhi. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid