Mutasi, Empat Guru Mapel IPA Ditugaskan di Satu Sekolah

MUTASI GURU
DIPINDAHKAN : Mantan Kepala SMAN 1 Terara H Ishak saat berkordinasi agar bisa dipindah mengajar ke SMAN 1 Jerowaru dari tempat penugasan barunya di SMAN 1 Sakra, karena kelebihan guru mapel IPA.

SELONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB telah melakukan mutasi besar-besaran di lingkup kepala sekolah dan guru. Hanya saja, mutasi yang dilaksanakan Dinas Dikbud NTB tersebut tanpa menggunakan data base yang valid. Mutasi yang dilakukan pekan lalu tersebut menyisakan masalah. Pasalnya, di SMAN 1 Sakra, Kabupaten Lombok Timur Dinas Dikbud NTB menempatkan empat orang guru mata pelajaran (mapel) IPA.

Hal tersebut mengemuka setelah Kepala SMAN 1 Terara H Ishak yang dimutasi menjadi guru biasa ditugaskan di SMAN 1 Sakra dan memegang mapel IPA. Akibatnya di SMAN 1 Sakra yang memegang mapel IPA sebanyak empat orang guru dari sebelumnya sudah ada tiga orang guru mapel IPA di sekolah tersebut.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kurikulum SMAN 1 Sakra Anwar Suhudi mengakui  jika jumlah guru yang memegang mapel IPA di SMAN 1 Sakra sebanyak tiga orang dan semuanya adalah ASN. Inipun yang tiga orang guru ASN memegang mapel IPA ini sudah melebihi jam mengajar.

“Kalau kita bicara jam di mapel IPA sudah melebihi yang tiga guru ini. Kalau ditambah oleh mantan Kepala SMAN 1 Terara, maka menjadi 4 guru yang memegang mapel IPA,”  kata Anwar, Jumat (13/8).

Mengetahui kondisi banyaknya guru mapel IPA di SMAN 1 Sakra, Ishak akhirnya berkoordinasi ke Kantor Cabang Dinas (KCD) Lombok Timur dan Kepala SMAN 1 Sakra, agar dirinya bisa dipindahtugaskan menjadi guru mapel IPA di sekolah yang kekurangan guru mapel IPA, seperti SMAN 1 Keruak, Lombok Timur.

“Makanya saya koordinasi supaya bisa dipindah ke SMAN 1 Keruak. Mudah-mudahan ada kebijakan,” harapnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah telah menggelar mutasi besar –besaran di lingkup pendidikan jenjang SMA dan SMK di NTB pada Jumat (6/8) lalu. Mutasi tersebut menurunkan puluhan kepala sekolah menjadi guru biasa. Kemudian mantan kepsek yang menjadi guru biasa ini disebar untuk ditugaskan ke sejumlah sekolah yang ada di NTB. seperti yang dialami oleh Kepala SMAN 1 Terara, H. Ishak saat ini menjadi guru biasa di SMAN 1 Sakra.

Dalam mutasi tersebut, terdapat 83 orang di internal pendidikan di rotasi, kemudian 61 orang guru mendapat promosi menjadi kepala sekolah (kepsek) dan 43 orang kepsek diturunkan menjadi guru biasa. Dengan demikian total guru dan kepsek yang kena mutasi di lingkup Dinas Dikbud Provinsi NTB sebanyak 186 orang. (adi)