Mutasi akan Menyasar Ratusan Pejabat

H. Moh. Taufiq (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Lombok Barat (Lobar) menambah daftar pejabat yang bakal dimutasi atau diajukan mutasinya ke Bupati Lobar H. Fauzan Khalid. Dari yang tadinya sekitar 80 pejabat, bertambah menjadi sekitar 140 pejabat. “Jadi ada tambahan, kemarin sekitar 80 pejabat. Sekarang sekitar 140 pejabat yang kita usulkan ke pak Bupati, mulai dari eselon II, III dan IV,” ungkap Ketua Baperjakat Lobar H. Moh. Taufiq usai menghadiri sidang paripurna DPRD Lobar, Kamis  kemarin (23/3).

[postingan number=3 tag=”mutasi”]

Penambahan jumlah pejabat yang diusulkan ke bupati lanjut Sekda Lobar ini, dikarenakan Baperjakat tidak lagi berfokus di eselon II dan III, melainkan juga eselon IV setingkat Kepala UPTD. Sehingga jumlahnya menjadi banyak. Tetapi ditegaskan mantan Kepala BAPPEDA Lobar ini, Baperjakat sesuai Tupoksinya hanya memberikan pertimbangan kepada bupati. Persoalan kemudian bupati mau memutasi, itu semua terserah bupati. “Kemudian misalnya Pak bupati mau memutasi semua atau mem-pending (menunda) sebagian, itu terserah bupati. Yang penting Baperjakat sudah melaksanakan tugasnya,” jelasnya.

Daftar 140 pejabat tersebut sudah di tangan bupati. Bupati saat ini tengah mempelajari daftar yang diberikan Baperjakat tersebut.  Diterangkannya, setiap akan ada mutasi memang ada saja yang mengkaitkannya dengan politik. Tidak terkecuali mutasi di Lobar. Tetapi silakan saja mengkaitkannya. Yang jelas kata Taufiq, mutasi ini untuk kebutuhan organisasi, memperkuat organisasi perangkat daerah di Lobar. “Kita tidak bisa melarang orang mau mengkait-kaitkan dengan politik. Silakan saja,” terangnya.

Kemudian berkaitan dengan kapan akan dilakukan mutasi tambahnya, itu juga terserah bupati. Bisa saja dilakukan mutasi atau tidak, itu tergantung lagi kepada bupati. “Jadi sekali lagi tergantung pak Bupati. Baperjakat hanya sebatas memberikan pertimbangan,” tandasnya.

Sebelumnya Taufiq sendiri juga menerangkan, bahwa mutasi ini didasarkan atas assessment November 2016. Selain juga evaluasi kinerja masing-masing pejabat. Ada nantinya yang akan promosi, mutasi dan bisa juga demosi atau diturunkan ke jabatan lebih rendah. Kemudian tidak menutup kemungkinan ada yang dinonjobkan. “Yang eselon II bisa juga nanti ada demosi,” pungkasnya.(zul)