Musrenbang RKPD Lotim Digelar

MUSRENBANG: Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (Musrenbang RKPD) Lotim, Kamis kemarin (16/3) (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Musyawarah Perencanaan Pembangunan  Rencana Kerja Pembangunan Daerah (Musrenbang RKPD) Lombok Timur Tahun (Lotim ) 2018, digelar, Kamis (16/3). Acara tersebut dihadiri, Wakil Bupati Lotim Haerul Warisin,  Wakil ketua DPRD dan beberapa unsur lainnya.

Kepala Bappeda  Ahmad Dewanto Hadi mengatakan, Musrenbang tahun   2017 dalam rencana  tahun  2018, tujuannya untuk  memperoleh masukan akhir untuk penyempurnaan RKPD beradasarkan kegiatan prioritas,pagu dana menrut fungsi SKPD dan Alokasi Dana Desa ( ADD,  serta kegiatan yang bersumber dari pendanaan non APBD yang dijadikan sebagai dasar menentukan kebijakan anggaran tahun 2018.

“Musrenbang RKPD 2018 dilksanakan sebagai kelanjutan dari  proses Musrenbang yang telah dilaksanakan sebelumnya. Diawali dengan Musrenbang desa, Musrenbang kecamatan dan Musrenbang RKPD kabupaten,” tutupnya.

[postingan number=3 tag=”lotim”]

Sementara Wakil Bupati Lotim, Drs. Haerul Warisin menyampaikan RKPD tahun 2018 yang diselenggarakan ini merupakan Musrenbang tahun ke empat. Pelaksanaannya mengacu pada Perda Nomor 1 tahun 2014 tentang rencana pembangunan jangka menengah  daerah ( RPJMD) tahun 2013-2018.

“Hakekatnya sebagai  sarana penjabaran lebih lanjut dari  upaya untuk mewujudkan visi dan misi bupati dan wakil bupati Lotim terpilih yang menjdi payung kebijakan dalam melaksanakan program dan kegiatan tahunan yang tertuang dalam RKPD,” sebut dia.

Dikatakan, kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran tahun bersangkutan nantinya  menjadi lebih jelas dan terstruktur serta dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh komponen yang ada.  Khususnya   bagi kepala SKPD dalam mencapai indikator kinerja  yang menjadi tanggung jawabnya.

“Tema rencana kerja pembangunan daerah tahun 2018 yang akan datang mengacu pada tema RKP tahun 2018  yaitu, memacu investasi dan memantapkan pembangunan infrastruktur untuk percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” sebut dia.

Dijelaskan, tema yang diangkat  ini memiliki relevansi yang erat dengan  apa yang sudah dan akan dilaksanakan sampai akhir rencana pembangunan jangka menengah. Di tahun pertama pelaksanaan Perda nomor 1 tahun 2014 tentang  RPJMD telah banyak dilakukan dalam upaya meningkatkan kinerja indikator pembangunan. Tidak terkecuali upaya untuk membangun infrastruktur di seluruh wilayah di Lotim.

“Dalam upaya mendorong peningkatan pelayanan masyarakat. Pencapaian indikator dan kapasitas input yang dibutuhkan masih terasa belum sebanding yang merupakan tantangan besar bagi seluruh komponen pelaksanaan pembangunan,” lanjut Warisin.

Karena itu kata dia, diperlukan langkah efisien dan bijak dalam menggunakan sumber pembiayaan pembangunan,  serta kepekaan yang sama dengan menyadari sepenuhnya  jika  daerah  memiliki keterbatasan pembiayaan  untuk pembangunan. “Tapi kita tidak boleh membatasi diri untuk punya semangat berkembang dan menjadikan Lotim yang aman, adil dan sejahtera,” tutupnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid