Mushola Baru Belum Jadi, Warga Larang Mushola Lama Dirobohkan

ALAT BERAT: Warga Dusun Ujung Utara menghentikan alat berat yang hendak merobohkan Mushola Nurul Iman, sebelum pembangunan Mushola pengganti oleh pihak ITDC tuntas 100 persen. (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Puluhan warga Dusun Ujung Utara, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, melakukan penghadangan terhadap alat berat yang hendak merobohkan Mushola Nurul Iman yang ada di depan Sirkuit Mandalika, Kamis (13/1).

Warga tidak setuju Mushola yang masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah masyarakat itu dirobohkan, sebelum ada Mushola penganti yang disiapkan oleh PT ITDC, selaku pengelola KEK Mandalika.

“Kita tidak ingin Mushola ini dirobohkan, jika Mushola pengganti belum jadi 100 persen. Kita tidak ingin kejadian terulang seperti kasus Masjid yang ada di dalam areal Sirkuit, yang sampai sekarang Masjid penggantinya belum jadi 100 persen,” kata Saiful, salah warga kepada Radar Lombok, seraya melihat kedatangan Presiden Jokowi.

Saeful mengaku siap pasang badan demi Mushola kalau nekat hendak dirobohkan, sebelum ada penggantinya. “Kami warga sudah kecewa dengan sikap pengelola kawasan ini yang suka janji. Kami dari warga akan tetap melakukan penghadangan jika alat berat merobohkan Mushola ini,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kasus Biaya Pengganti Darah, Jaksa Periksa Puluhan Saksi

“Jadi kami minta ITDC selesaikan dulu Musholla penganti yang sudah dikerjakan itu. Baru kami izinkan robohkan Musholla ini. Karena kalau merobohkan tidak sampai 5 menit sudah roboh. Tapi selesaikan dulu Mushola pengantinya,” sahut Budiman, yang juga tokoh masyarakat Dusun Ujung Utara.

Disampaikan, warga juga telah melakukan komunikasi dengan pihak Pemkab Loteng, atas sikap penolakan yang dilakukan. Pihak pemerintah juga telah berjanji untuk merampungkan pambangunan Mushola penganti. Hanya saja warga tidak percaya sekedar janji saja.

BACA JUGA :  Kades Cup Penujak Berujung Panas

“Kami bukan menghalang-halangi pembangunan jalan. Tapi Mushola ini juga bagian dari fasilitas umum untuk masyarakat. Sehingga kami minta selesaikan dulu Musholla pengganti, baru ini bisa dirobohkan,” tegasnya.

Warga sadar, kalau lokasi Mushola telah diwakafkan, sehingga tidak dapat dijual belikan. Tetapi masyarakat tentu berkewajiban untuk menjaga dan mempertahankan jika Mushola belum ada pengantinya. “Apalagi Mushola ini masih kami gunakan untuk tempat ibadah. Jadi kami minta pengantinya segera diselesaikan 100 persen. Itu saja tuntutan kami,” tegasnya.

Senada, tokoh masyarakat Dusun Ujung Utara, Alus, yang juga Anggota BPD Desa Kuta, berharap pihak ITDC menyelasaikan dulu pembangunan Mushola pengganti, baru merobohkan Mushola yang lama untuk dibangun jalan. “Ya kami minta segera diselesaikan,” singkatnya. (sal)