Museum NTB akan Kembali Gelar Museum Keliling

KOLEKSI MUSEUM: Tampak pengunjung yang merupakan pelajar salah satu sekolah SMP di Kota Mataram, sedang melihat aneka koleksi benda bersejarah yang ada di Museum Negeri NTB. (sigitsetyo/radarlombok)

MATARAM—Upaya sosialisasi sekaligus edukasi kepada masyarakat tentang peninggalan benda-benda bersejarah warisan nenek moyang, Museum Negeri NTB akan kembali menggelar Pameran Keliling Museum, pada minggu ke empat bulan Agustus 2022, di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

“Pameran Museum Keliling Sejarah dan Peninggalan Purbakala NTB koleksi Museum NTB akan berlangsung pada minggu terakhir bulan Agustus ini, yang rencananya akan berlangsung di Aula Kantor Perpustakaan Kabupaten Lombok Utara,” kata Kepala Museum Negeri NTB, Bunyamin, M.Hum, kepada Radar Lombok, Minggu (7/8).

Untuk itu, sambung Bunyamin, pihak Museum NTB akan melaksanakan survei lokasi, khususnya terkait daya tampung lokasi atau tempat pelaksanaan. Sehingga nantinya mendapat gambaran berapa idealnya koleksi yang bakal dibawa untuk dipamerkan.

“Yang jelas, untuk koleksi benda bersejarah yang akan dipamerkan nanti terbagi dalam tiga zaman, yaitu zaman prasejarah, zaman sejarah, dan zaman kolonialisme (Belanda),” jelas Bunyamin.

Baca Juga :  30 Persen Bangunan di Museum NTB Rusak

Mengapa hanya benda peninggalan sejarah saja? Sementara daerah Kabupaten Lombok Utara selama ini juga dikenal dengan pusat kerajinan tenunnya, seperti di wilayah Bayan.

“Ya, kita memang tidak membawa koleksi wastra (kerajinan tenun), karena untuk benda-benda terkait kain tenun ini biasanya hanya cocok dipamerkan secara temporary atau hari-hari tertentu sesuai tema,” terang Bunyamin.

Selain pameran koleksi benda-benda bersejarah, pihak Museum NTB juga akan menggelar edukasi dan sosialisasi yang diikuti oleh para pelajar dan guru-guru di wilayah Lombok Utara.

Termasuk juga workshop yang rencananya bakal diikuti oleh para seniman dan budayawan di wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Seperti diketahui, ulas Bunyamin, Pameran Museum NTB Keliling ini merupakan program tahunan Museum Negeri NTB, yang dilaksanakan secara bergantian (keliling) di kabupaten/kota seluruh NTB.

Baca Juga :  April, Museum NTB Gelar Cerdas Cermat

“Untuk daerah-daerah lain, kita juga agendakan untuk menggelar kegiatan serupa, secara bergantian,” beber Bunymain.

Harapannya, melalui kegiatan rutin seperti ini, selain dapat memotivasi masyarakat dan pelajar untuk lebih mencintai seni dan budaya daerahnya sendiri.

Juga dapat bermanfaat bagi masyarakat yang memiliki benda-benda bersejarah peninggalan keluarganya, khususnya bagaimana terkait pemeliharaan dan cara membersihkan benda bersejarah agar tidak rusak.

“Koleksi benda bersejarah di Museum Negeri NTB sekarang ini hanya sekitar 70 ribuan benda saja. Masih banyak benda-benda bersejarah yang dikuasai masyarakat secara pribadi, karena merupakan warisan leluhurnya. Jadi agar peninggalan benda bersejarah milik masyarakat itu tidak rusak, maka menjadi perhatian Museum NTB juga untuk mengedukasi cara-cara pemeliharaannya,” pungkas Bunyamin. (gt)

Komentar Anda