Musda Demokrat Dijadwalkan Ulang

MATARAM – Partai Demokrat akan menjadwalkan ulang pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) ditingkat DPD I dan musyawarah cabang (Muscab) ditingkat DPC kabupaten kota, sedianya untuk wilayah NTB akan digelar pada akhir Maret ini.

Sedianya NTB termasuk wilayah gelombang pertama akan menggelar musda DPD I dan muscab DPC kabupaten kota pada akhir maret. Namun berlarut-larut kisruh Partai Demokrat ditingkat pusat, membuat persiapan pelaksanaan musda dan muscab tidak bisa dilakukan.

Karena DPP Partai Demokrat masih fokus menyelesaikan dualisme di internal parpol berlambang mercy tersebut.  “Musda ditingkat DPD I dan muscab ditingkat DPC kabupaten kota akan dijadwalkan ulang,” kata Zainul Aidi, kepada Radar Lombok, usai menyerahkan akta notaris pernyataan kesetiaan pengurus DPD Demokrat NTB dan kabupaten kota kepada ketua umum AHY, di kantor DPP Partai Demokrat di Jakarta.

Akta notaris pernyatan kesediaan itu diterima oleh Wasekjen DPP Partai Demokrat Ibu Andi Timo Pangerang bersama Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Sarjan Tahir.

Diakui, ada kisruh itu membuat DPP belum bisa fokus mempersiapkan musda dan muscab, diantaranya terkait peraturan organisasi (PO) yang mengatur makanisme dan prosedur dalam penyelenggaran musda dan muscab tersebut. Sehingga diputuskan untuk dilakukan penjadwalan ulang oleh DPP terkait jadwal musda dan muscab. “Saat ini kita hanya bisa menunggu penjadwalan ulang dari DPP,” terangnya.

Walau demikian, DPP partai Demokrat tetap menargetkan pelaksanaan musda dan muscab bisa tuntas pada akhir 2021. Pasalnya, pada 2022 partai akan fokus untuk mengikuti verifikasi persyaratan parpol sebagai peserta di Pemilu 2024. Verifikasi itu akan menjadi penentu lolos atau tidak parpol menjadi peserta Pemilu 2024. ” Musda dan muscab tetap ditarget bisa digelar 2021,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya pun terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi terkait berbagai hal bisa terjadi. Itu menyusul di daftarkan hasil KLB digelar di Deli Serdang, Sumut tersebut.

Sesuai arahan ketum AHY, kader Partai Demokrat di daerah tidak terpancing untuk melakukan tindakan-tindakan diluar hukum namun tetap solid dan waspada serta terus berkoordinasi dengan DPP dalam menjaga kedaulatan dan marwah partai. “Semua level pengurus kita minta waspada terhadap gerakan kelompok KLB abal-abal ini,” ucap mantan direktur PT GNE tersebut.

Dia juga menegaskan,  pihaknya tak akan memberikan jalan dan ruang  terhadap kelompok KLB abal-abal untuk membentuk gerakan, apalagi sampai membentuk kepengurusan. Berbagai upaya sudah dilakukan  pihaknya dalam menjaga pengurus dan kader Partai Demokrat di NTB tetap kompak berada dalam barisan Ketum AHY.

Sejauh ini, lanjut, pengurus dan kader Partai Demokrat di NTB tetap solid dan kompak. “Itu kita buktikan akta notaris pernyataan kesetiaan, dan kita serahkan ke DPP,” pungkasnya. (yan)