Murid SD Hilang Terseret Arus Belum Ditemukan

Ilustrasi terseret

SELONG—Upaya pencarian murid SD yang menjadi korban hilang terseret arus di Pantai Dedalpak pada Selasa sore, terus dilakukan tim SAR. Meski pencarian dilakukan dengan menyisir perairan sekitar TKP hingga bermil-mil, bahkan menggunakan tenaga penyelam, serta penyisiran di darat. namun hingga Rabu petang kemarin (19/10), tim pencarian belum juga berhasil menemukan korban.

Komandan SAR Pos Kayangan, Putu Arga Sujarwadi saat ditemui di TKP mengatakan, meski pihaknya telah bekerja sepanjang hari dari pagi hingga pukul 18.00 Wita, kemarin, namun belum berhasil menemukan korban. “Kita masih sedang berupaya melakukan pencarian dengan menyisir perairan sekitar TKP, bahkan kita dibantu penyelaman oleh masyarakat. Namun tetap belum ada hasil,” katanya pada Radar Lombok.

Mengerahkan delapan personel yang dibagi dalam dua sift pagi dan siang, serta didukung satu uit perahu karet, timnya melakukan penyisiran hingga tiga mil ke arah utara dan selatan, juga satu mil ke tengah. “Hari ini arus bergerak ke tenggara. Perkiraan kami saat kejadian kurang lebih sama sehingga arah terseretnya korban kita perkirakan ke tenggara,” jelasnya.

Perairan di pantai ini dikatakan sangat berbahaya, lantaran arusnya deras yang disebabkan oleh keberadaan palung di bawah laut. Sehingga menyebabkan ombak besar sebagai akibat benturan di sekitar palung. Korban diperkirakan terseret saat terjadi arus surut.

Ditanyakan kemungkinan korban tersangkut karang? Kembali Putu, panggilan akrabnya mengatakan hal tersebut tidak mungkin. Pasalnya, karakteristik pantai di lokasi kejadian merupakan pantai yang tidak ada karangnya. “Pantainya tidak ada karang, hanya pasir melulu, sehingga tidak mungkin tersangkut. Jadi kemungkinan posisi korban bergeser dan terseret arus ke tenggara,” ungkapnya.

Sesuai SOP, pihaknya akan terus melakukan pencarian sampai dengan tujuh hari. Namun ia berharap pada hari ketiga atau keempat korban akan dapat ditemukan, ketika mulai mengapung lantaran terjadi pembengkakan pada lembung. Sehingga tubuh korban akan terangkat dengan sendirinya ke permukaan air.

Sementara bapak korban, Arun alias Amak Rangga, saat ditemui di rumahnya mengatakan sangat berharap anaknya segera dapat ditemukan. “Kalau saja petugas segera turun ke laut beberapa saat setelah kejadian, mungkin anak saya akan dapat ditemukan,” katanya menyesali.

Namun demikian ia tetap salut atas perjuangan para petugas atau tim, bahkan partisipasi masyarakat yang ikut serta melakukan pencarian sejak beberapa saat dikabarkan menghilang terseret arus. “Beberapa saat sebelum kejadian dia (korban) sempat datang ke masjid, saat ia sedang bekerja bersama dua adiknya,” kenangnya.

Namun rupanya usai dari masjid, korban (Rangga Putra, murid kelas VI SDN Dedalpak)  dan adiknya yang masih duduk di kelas III (Arga Raja) yang selamat, diajak enam rekannya mencari buah dao ke kebun. Setelah itu dikatakan mereka ke pantai dan mandi bersama. Namun karena korban dan adiknya tidak bisa ditemukan, rekan-rekannya pulang memberitahunnya jika dua anaknya tersebut terseret arus. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid