Muktamar NW Diundur

MATARAM – Pelaksanaan Muktamar Nahdhatul Wathan (NW) XIII yang awalnya direncanakan mulai tanggal 22-24 Juli resmi diundur ke tanggal 7-9 Agustus 2016.

Hal itu disampaikan panitia muktamar  dalam jumpa pers yang diselenggarakan di TGB Center, Sabtu lalu (16/7).Ketua panitia muktamar, TGH Mahalli Fikri menyampaikan, dirinya  memang pernah menegaskan jadwal muktamar tidak ada perubahan. Namun sehari setelah pernyataan itu, Ketua Umum (Ketum) NW TGH M Zainul Majdi yang juga Gubernur NTB memberikan arahan dan meminta kepada panitia untuk melakukan perubahan jadwal.

Pengunduran jadwal ini, disebabkan oleh berbagai pertimbangan. Salah satu alasan utama karena NTB akan menghadapi event besar yaitu Musabaah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat nasional yang ke-26. "NW lebih mendahulukan kepentingan NTB, kader-kader terbaik NW diminta untuk mensukseskan MTQ. Jadi kami tegaskan bahwa perubahan jadwal ini tidak ada kaitannya dengan permintaan NW Anjani untuk mengundur jadwal muktamar sampai ada keputusan kasasi di MA," tegas TGH Mahalli yang didampingi sekretaris panitia muktamar, Irzani dan jajaran kepanitiaan lainnya.

Bagi pihaknya, keluar atau tidak keputusan kasasi tidak akan mempengaruhi muktamar. Soal sengketa hukum, biarlah dilawan secara hukum dan selama ini beberapa kali gugatan yang dilayangkan NW Anjani selalu diladeni.

Terkait dengan imbauan Pengurus Besar Nahdhatul Wathan (PBNW) di bawah pimpinan Hj Sitti Raihanun agar aparat tidak memberikan izin kegiatan muktamar NW pimpinan TGH Zainul Majdi, menurut TGH Mahalli hal tersebut tidak perlu dihiraukan. "Kami berhak kapanpun mau muktamar dan kepolisian sudah seharusnya memberikan izin. Tidak ada alasan kepolisian untuk tidak memberikan kami izin," ucapnya.

Sampai saat ini, izin memang belum dikantongi karena waktu pelaksanaan muktamar masih lama. Namun karena ada perubahan jadwal, maka kepanitian akan bersurat kembali ke Polda NTB terkait perubahan tersebut. "Hari Senin kita akan masukkan lagi surat soal perubahan jadwal, kita pastikan akan dapat izin kok," ujar TGH Mahalli.

Selain pengunduran jadwal muktamar karena adanya kegiatan MTQ, kesibukan Ketum PBNW yang juga Gubernur menjadi pertimbangan. Terlebih lagi, TGH Zainul Majdi dipercaya sebagai pembicara pada acara seminar internasional pada tanggal 19 Juli. "Intinya sekali lagi kami tegaskan, ini bukan karena ada surat NW Anjani tapi murni atas pertimbangan MTQ dan menyesuaikan kegiatan pak Gubernur. Hikmahnya juga kan, panitia bisa lebih memiliki waktu untuk mensukseskan muktamar," tandasnya.

BACA JUGA :  Muswil NW NTB Digelar Awal Februari

Komitmen NW untuk mengabdi kepada agama, bangsa dan negara tertuang dalam tema muktamar yaitu Iman Taqwa, Hubbul Wathan Untuk Indonesia Maju dan Berkah. Hal itu terbukti dengan bukan hanya mengundurkan jadwal muktamar, bahkan kegiatan Hari Ulang Tahun (Hultah) NW yang sudah dijadwalkan tanggal 30 Juli diundur juga menjadi tanggal 7 Agustus demi kepentingan yang lebih besar.

Mengingat acara Hultah dan pembukaan jatuh pada hari dan tanggal yang sama, panitia telah menyepakati pembukaan muktamar akan dilaksanakan di Pancor. "Jadi nanti pembukaannya itu kita rangkaikan dengan acara Hultah, peserta muktamar juga bisa sekalian ikut Hultah. Tapi kalau tempat muktamar, itu tetap di Ponpes Nurul Haramain Narmada, Lombok Barat," terang TGH Mahalli.

Di tempat yang sama, sekretaris Panitia muktamar,  Irzani mengimbau kepada seluruh masyarakat NTB khususnya jamaah NW untuk bersama-sama mensukseskan muktamar XIII. Mengingat, berbagai kegiatan juga akan dilaksanakan sebagai rangkaian pra muktamar.

Beberapa kegiatan penting pra muktamar seperti Focus Group Discussion (FGD) tentang wisata halal. Nantinya melalui FGD tersebut akan lahir konsep wisata halal versi NW dan akan dijadikan rekomendasi ke Pemerintah Daerah (Pemda). "Banyak kegiatan pra muktamar, ada juga seminar tentang kepahlawanan Almagfirullah, bedah buku hasil karya kader NW dan lain-lain," kata Irzani.

Muktamar XIII ini juga akan dihadiri oleh beberapa menteri yang telah menyatakan diri siap untuk hadir. "Insya Allah akan dibuka oleh menteri perekonomian muktamar nanti, doakan saja semoga lancar. Peserta kita juga cukup banyak, ada 600 peserta aktif dan 600 peserta peninjau," tutup Irzani. (zwr)